Page 155 - Master BW_Pengantar Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang_ok (fix)
P. 155
menyerap tenaga kerja yang cukup besar dalam perekonomian nasional
(Sarfiah et al., 2019).
Berdasarkan Pemerintah Indonesia, PP No.7 Tahun 2021 Pasal 35 Ayat
(3) UMKM digolongkan berdasarkan kriterisa modal usaha atau hasil
penjualan tahunan.
1. Usaha Mikro memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak
Rp. 1.000.000.0000 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha;
2. Usaha Kecil memiliki modal usaha lebih dari Rp. 1.000.000.0000
(satu miliar rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.
5.000.000.000 (lima miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; dan
3. Usaha Menengah memiliki modal usaha lebih dari Rp.
5.000.000.0000 (lima miliar rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha.
Untuk mewujudkan UMKM yang handal, pemerintah juga
mendorong agar para pelaku UMKM untuk menyusun laporan
keuangan yang sesuai dengan standar. Standar yang dimaksud adalah
standar akuntansi yang sesuai, dalam hal ini adalah Standar
Akuntansi Keuangan Entintas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-
EMKM). Standar tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan yang
ada di para pelaku UMKM. SAK EMKM disusun untuk memenuhi
kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, maupun
menengah (IAI, 2016). Tujuannya adalah agar UMKM dapat
memberikan informasi keuangan yang dapat diandalkan oleh para
pengguna informasi, seperti debitur, pemerintah, investor/ pemegang
144

