Page 157 - Master BW_Pengantar Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang_ok (fix)
P. 157
13.3 Jenis-Jenis Laporan Keuangan
Secara umum penyusunan laporan keuangan untuk UMKM tidak
berbeda dengan penyusunan pada perusahaan pada umumnya. Umumnya
laporan keuangan yang disusun oleh perusahan ada lima, yakni laporan
posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas/laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan. Namun SAK EMKM yang telah disesuaikan dengan
kebutuhan yang ada di industri UMKM mensyaratkan 3 laporan saja,
yakni laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi dan catatan atas
laporan keuangan. Berikut merupakan penjelasan masing-masing.
1. Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan atau umumnya disebut neraca memuat
informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas atau model pada
tanggal tertentu.
a. Aset merupakan sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu yang diharapkan dapat
memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi entitas.
Contohnya kas, piutang, persediaan, gedung, kendaraan, mesin,
dan aset lainnya yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan
usaha.
b. Liabilitas atau kewajiban merupana kewajiban entitas yang timbul
dari peristiwa masa alu, yang penyelesainnya mengakibatkan arus
kas keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat
ekonomi. Contohnya utang perusahaan kepada bank, utang
kepada pemasok, dan utang kepada pihak ketiga lainnya dalam
rangka menjalankan usaha perusahaan.
146

