Page 24 - E-Modul Pewarisan Sifat
P. 24
Oleh karena itu, gamet P hanya satu macam, berarti macam individu hasil kawinan
bergantung pada hasil gamet hibrid saja. Misalnya kita ambil contoh, kacang kapri
batang tinggi homozigot TT disilangkan dengan kacang kapri batang rendah tt, dapat-
kah Anda menentukan hasil perkawinan balik dengan menggunakan induk yang ho-
mozigot dominan? Coba perhatikan diagram persilangan berikut pada Tabel 12.
P : ♂ TT x ♀ tt
tinggi rendah
: Tt
F 1
(tinggi)
Backcross : ♂ Tt x ♀ TT
tinggi tinggi
Tabel 12. Diagram Persilangan Backcloss (Perkawinan
Balik)
♂ T t Hasil back-
♀ cross 100 %
tinggi
T TT Tt
tinggi Tinggi
5. Testcross (Uji silang)
Testcloss adalah menyilang atau mengawinkan suatu individu yang tak diketa-
hui genotipe dengan individu yang diketahui genotipenya homozigot resesif. Beda
dengan backcloss, testcloss dapat dilakukan dengan individu yang bukan induk
sendiri (P), asal genotipe diketahui homozigot resesif. Testcloss kita dapat mengetahui
genotipe sesuatu individu heterozigot atau homozigot. Ibaratkan kita punya kacang
kapri tinggi, ingin tahu apakah genotipenya homozigot TT atau heterozigot Tt, ini di
testcloss dengan tt. Kalau 100 % hasil testcloss tinggi, berarti genotipe tanaman itu
TT. Kalau terdapat ratio fenotipe hasil testcross 50% tinggi : 50 % rendah, berarti
genotipe tanaman itu Tt. Coba Anda pahami diagram persilangan berikut pada Tabel
13.
TT x tt Tabel 13. Diagram Persilangan Testcloss (Uji
♂ T t
silang)
♀
t Tt tt
tinggi rendah
Tt
Tt x tt 50 % rendah : 50 % tinggi
. E-Module Pewarisan Sifat 14