Page 43 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 43
Teresterial, rimpang bercabang
dikotomus, apex tertutup sisik; daun tumbuhan
dewasa pada umumnyadengan pertumbuhan
terbatas, muncul cabang utama berpasangan;
rachis utama memanjat; tunas ditutupi dengan
sisik berumbai pendek berwarna coklat; stipula
pinna di dasar cabang primer dan pada cabang
pertama, deltoid, sangat lobed atau pangkal
lobe lobed lagi, panjang hingga 2,7 cm, rachis
bercabang beberapa kali, percabangan berdaun
seluruhnya, kecuali di pangkal, hampir
decurrent dengan yang berikutnya, biasanya
Gambar 5.4. Gleihenia truncata panjangnya tidak teratur bahkan pada cabang
yang sama, dengan panjang hingga 3,5 cm dan lebar 2 mm, margin rata, revolute, vein – vein
bebas, sorus exindusiate, dengan 3-5 sporangium, dikelilingi oleh rambur stellate,medial.
Ekologi : teresterial, tumbuh di tempat terbuka, ditemukan diketinggian 1500 mdpl.
Spesimen: Gunung ungaran, kabupaten semarang, Provinsi jawa tengah, 15 maret 2020
Gleihenia hirta
Rimpang menjalar panjang,
apexnya ditutpi padat dengan sisik
berumbai mengecil berwarna coklat tua
berkilau, rachis utama sering muncul
beberapa pasangan percabangan yang
berurutan dengan intervals 20 cm (10 – 30
cm), tidak berstipule seperti leaflets;
percabangan rachis dikotomous, bercabang
dua dan selanjutnya bercabang beberapa
kali (umumnya 4 kali atau lebih), selain
percabangan pertama semuaberdaun; lobed
Gambar 5.5. Gleihenia hirta daun hampir mendekati costa, apex lobe,
bulat, pangkal truncate; vein – vein
42

