Page 26 - Modul Latihan 1_OK_upload
P. 26
Gambar tersebut merupakan hasil pengukuran beda tinggi antara titik A
dan B dengan menggunakan alat penyipat datar yang diletakkan diantara
kedua titik tersebut. Jika hasil pembacaan di titik A (a) = 173,8 cm, dan
pembacaan titik B (b) = 95,7 cm. Maka beda tinggi antara titik A dan B
adalah ….
A. 78.1 cm dan titik A berada di bawah titik B
B. -78.1 cm dan titik A di atas titik B
C. 78.1 cm, dan titik A berada di atas titik B
D. 78.1 cm dan titik A tidak ada hubungannya dengan titik B
9. Pada kegiatan pengukuran beda tinggi dilapangan dengan alat penyipat
datar. Alat didirikan diantara dua titik yang akan diukur beda tingginya
dalam satu garis lurus dan alat diatur memenuhi syarat untuk dibidikan
bidikan ke titik 1 sebagai titik awal atau patokan yang biasa disebut
sebagai bidikan belakang (BB), kemudian bidikan dilakukan ke titik 2 atau
titik berikutnya, sebagai bidikan muka (BM). Beda tinggi dihitung dengan
persamaan …
A. Beda tinggi = BB - BM
B. Beda tinggi = BM - BB
C. Beda tinggi = BM + BB
D. Beda tinggi = (BM + BB )/2
10. Perhatikan gambar bidikan teropong dengan menggunakan alat penyipat
datar berikut ini. Ukuran dinyatakan dalam meter. Rambu ukur diletakkan
di titik A dan alat di titik B. Tinggi alat diukur setinggi 1,35 meter.
Kegiatan Belajar 1 Pengoperasian Instrumen Pengukur Profil 24

