Page 37 - E-MODUL KESEBANGUNAN & KEKONGRUENAN (1)
P. 37

Ya,  itu  tadi  merupakan  contoh  penggunaan  konsep  kesebangunan  dua  segitiga.  Dengan
               menggunakan kesebangunan, kita dapat mengukur objek yang sulit diukur secara langsung. Apa
               lagi yang bisa diukur menggunakan konsep kesebangunan dua segitiga? Semoga informasi ini
               berguna untukmu, teman SMP!


                          Mari Menalar



               Sebelum mengetahui tentang pengertian kesebangunan , Apakah Anda masih mengingat materi
               mengenai  garis  dan  sudut,  terutama  dalam  pembahasan  tentang  perbandingan  segmen  garis?
               Untuk  memahami  syarat-syarat  agar  dua  segitiga  dapat  dikatakan  sebangun,  kita  dapat
               menggunakan  konsep  perbandingan  segmen  garis.  Sekarang,  mari  kita  perhatikan  gambar
               segmen garis di bawah ini.










                                                    Sumber : soalfismat.com

               Di  atas  terdapat  dua  segitiga,  yaitu  segitiga  ABC  .  Di  antara  garis  AB,  terdapat  garis  yang
               menghubungkan garis AC dengan garis DE. Garis BC dan DE sejajar satu sama lain. Jika kita
               lihat pada gambar di atas terdapat dua buah segitiga yaitu segitiga ADE dan segitiga ABC. Jika
               di gambarkan seperti gambar di bawah ini.










                                                    Sumber : soalfismat.com


               Jika kita mengukur panjang sisi-sisi segitiga ADE dan ABC, kita akan mendapatkan hasil berikut
               ini: Rasio panjang AE terhadap AC sama dengan rasio panjang AD terhadap AB, yang juga sama
               dengan rasio panjang DE terhadap BC.



               30 | K E S E B A N G U N A N   &   K E K O N G R U E N A N
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42