Page 30 - Antologi Esai 81
P. 30
menarik dan nantinya dapat menghantarkan dukuh mereka menjuarai
kompetisi parade tersebut.
Dalam setiap perayaan tradisi dan budaya tersebut, ibu-ibu memiliki
peran vital untuk dapat membuat dan menghidangkan makanan. Tak jarang,
mereka akan menghabiskan waktu satu hari suntuk untuk memasak dan
menghias makanan. Gotong royong antar ibu-ibu dalam perayaan tersebut
dilakukan bersama tanpa adanya upah, dan sejauh yang saya tau
kebanyakan dari mereka justru senang melakukan gotong royong memasak.
Hal tersebut menjadi sesuatu yang menarik bagi saya dan menyadarkan
kepada saya bahwa nilai solidaritas dan gotong royong memang benar
adanya.
Gotong royong di Linggoasri mencerminkan cara hidup dalam
bermasyarakat, dan juga menjadi fondasi bagi keharmonisan sosial dan
kelangsungan budaya. Dalam setiap upacara adat maupun budaya yang
melibatkan seluruh masyarakat desa, kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai
tradisional dapat beradaptasi dan tetap relevan dalam dunia modern.
Semangat kebersamaan ini memperlihatkan bahwa di tengah perubahan
zaman, tradisi dan budaya yang kuat dapat berfungsi sebagai kekuatan
pendorong untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai penutup, Desa Linggoasri mengingatkan kita bahwa dalam dunia
yang sering kali dipenuhi dengan tantangan dan perubahan, nilai-nilai
tradisional seperti gotong royong masih memiliki kekuatan untuk
menghubungkan kita, membentuk tatanan masyarakat yang harmonis, dan
melestarikan budaya yang berharga. Desa ini adalah contoh hidup dari
bagaimana semangat kebersamaan bisa membuat kita mampu untuk
mengatasi segala rintangan, menjaga identitas, dan memajukan desa dengan
penuh kehangatan dan dedikasi.