Page 29 - Antologi Esai 81
P. 29
Budaya dan Tradisi Bentuk Perwujudan Gotong
Royong Warga Linggoasri
Oleh: Faiza Nadilah
Linggoasri merupakan desa yang terletak di wilayah perbukitan, dan
memiliki jarak tempuh sekitar 11 km dari alun-alun Kajen. Di Tengah hiruk pikuk
modernisasi saat ini, Desa Linggoasri masih kental dan menjunjung tinggi
warisan masa lalu dari leluhur mereka, hal ini masih tercermin dari masih
banyaknya kegiatan yang dilaksanakan untuk “nguri-nguri” tradisi dan
budaya dari leluhur. Kegiatan itu bisa dilihat dalam setiap perayaan upacara
keagamaan, kemerdekaan, dan bahkan dapat dijumpai dalam pembangunan
rumah, serta kegiatan yang lainnya.
Pada perayaan tradisi maupun budaya, tentunya seluruh lapisan
masyarakat akan dibutuhkan untuk membantu dari mulai proses persiapan,
hingga pelaksanaan. Misalnya saja dalam prosesi “munggah mustaka” yang
dilakukan untuk mengangkat mustaka Masjid, nantinya masyarakat akan
saling bahu membahu membantu acara tersebut. Dimana ibu-ibu akan
memasak dan menyajikan makanan untuk nantinya dilakukan doa bersama,
dan bapak-bapak yang akan bergotong royong untuk mengangkat mustaka
Masjid. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa nilai solidaritas, kerukunan, dan
rasa saling memiliki antar warga tercermin dalam gotong royong.
Saat ini, linggoasri menjadi desa percontohan moderasi beragama dan
sadar kerukunan serta sudah ditetapkan menjadi desa moderasi nomor 8.
Adanya keberagaman tersebut, tidak menjadikan masyarakat linggoasri
meruntuhkan nilai gotong royong atau saling menjatuhkan antarumat
beragama. Namun justru menguatkan nilai toleransi dan bersama-sama saling
“nguri-nguri” tradisi dan budaya. Contohnya dalam perayaan ogoh-ogoh,
yang merupakan tradisi untuk menyambut hari raya nyepi bagi umah Hindu.
Pemuda Islam akan turut serta membantu dalam proses pembuatan ogoh-
ogoh dan bahkan ikut mengarak. Semangat gotong royong dan toleransi juga
tercermin dalam karnaval yang merupakan rangkaian perayaan 17 Agustus,
dimana lima dukuh yang ada di linggoasri yaitu dukuh Bojonglarang, Sadang,
Linggo, Yosorejo, dan Rejosari, masyarakatnya akan bahu membahu bertukar
pikiran dan turut meramaikan acara tersebut untuk menampilkan parade yang