Page 24 - Antologi Esai 81
P. 24

Sumber Kehidupan dari Anugrah Tuhan yang Tidak
                               Terbatas di Desa Linggoasri


                                      Oleh: Imam Fadholi



           Hai kawan, aku Imam Fadholi, mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid

     Pekalongan,  atau  UIN  GUSDUR,  Program  Studi  Ilmu  Al-Qur’an  dan  Tafsir

     semester  6  menginjak  7.  Selayaknya  mahasiswa  yang  lain  ketika  meniti
     semester 6 pasti akan ada program KKN (Kuliah Kerja Nyata), pada kali saya

     ditempatkan  di  Desa  Linggoasri  dengan  11  mahasiswa  lain  dari  berbagai

     fakultas  yang  ada.  Nama  Desa  Linggoasri  memang  sudah  sangat  terkenal

     dihalayak umum, karena menjadi desa yang didalamnya ada berbagai wisata

     alam,  selain  itu  dikenal  juga  dengan  kesejukan  dan  keasriannya.  Jarak  dari
     kampus  hingga  sampai  ke  desa  tersebut  lumayan  jauh  sekitar  12  KM,  atau

     kalau menggunakan estimasi waktu sampai setengah jam.

           Pada minggu awal, kami melaksanakan program kerja Mapping kepada

     setiap rumah rumah pada satu desa untuk menanyakan mengenai beberapa

     hal seperti, anggota keluarga, penggunaan air, pekerjaan, dan terkait program
     homestay. Lebih dari pada itu, selain ketika kami mendapatkan informasi yang

     dibutuhkan  saat  berkuncung  di  setiap  rumah  warga,  kami  juga  banyak

     mendengar  banyak  cerita,  juga  menjadikan  kami  ketika  KKN  lebih  paham

     dengan  kondisi  sosial  serta  ekonomi.  Bisa  dikatakan  semua  orang  di  Desa

     Linggoasri  merupakan  petani.  Petani  disini  bukan  hanya  sebatas  pada  padi

     saja,  namun  juga  kapulaga,  kopi,  cengkeh,kluwek  dan  lainnya.  Mengapa
     dikatakan  semuanya  petani  ?,  karena  meskipun  memiliki  pekerjaan  seperti

     menjadi perangkat desa, berdagang pastilah ketika pada waktu tertentu pergi

     ke kebun.

                 Pasti  kebanyakan  orang  yang  pernah  berkunjung  ke  Desa  Linggoasri

     menyangka bahwa rumah penduduk hanya di pinggir jalan provinsi saja dan

     terkesan sangat sedikit, namun ternyata penduduk yang berada jauh masuk
     kedalam jalan desa masih banyak. Itu yang aku sangka ketika awal berada di

     Linggoasri. Banyak potensi potensi yang ada di Desa Linggoasri dan itu belum

     disadari  oleh  banyak  orang,  salah  satunya  yaitu  kesuburan  tanah  yang

     menjadikan beragam tanaman tumbuh, bukan hanya yang ditanam tapi juga

     yang tumbuh liar di dalam hutan. Banyak tanaman hias yang tumbuh di hutan
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29