Page 21 - Antologi Esai 81
P. 21

menggambarkan  kesebelas  perangkat  desa.  Kegiatan  ini  melibatkan  kerja
      sama  yang  erat  dan  menunjukkan  bahwa  kebersamaan  tidak  terikat  pada

      perbedaan keyakinan. Selain itu, gotong royong dalam persiapan acara juga

      memperlihatkan  komitmen  masyarakat  Linggoasri  terhadap  pelestarian

      tradisi dan keharmonisan sosial.

          Kegiatan malam tirakatan ini memperkuat ikatan sosial dan mempererat
      persaudaraan  antar  warga  Desa  Linggoasri.  Melalui  malam  tirakatan,

      Masyarakat  belajar  menghargai  dan  memahami  satu  sama  lain.  Hal  ini

      menciptakan jembatan pererat kesatuan antar individu yang mungkin tidak

      sering berinteraksi satu sama lain di luar acara. Kebersamaan yang terjalin

      selama Malam Tirakatan menciptakan ikatan sosial yang kuat dan membantu
      dalam  menciptakan  lingkungan  yang  lebih  harmonis.  Melalui  interaksi  dalam

      persiapan dan pelaksanaan acara, banyak warga yang mungkin tidak memiliki

      kesempatan  untuk  berinteraksi  secara  rutin,  dapat  berbagi  cerita  dan

      pengalaman.

           Ditengah perubahan zaman dan dampak dari tantangan modernisasi dan
      globalisasi ini, penting untuk memastikan nilai nyata toleransi, gotong royong

      dan  kebersamaan  tetap  terjaga.  Apalagi  generasi  muda  yang  lebih  mudah

      terpapar  dampak  negatif  dari  budaya  global  dan  dan  teknologi.  Tak  sedikit

      anak-anak  muda  yang  diikutsertakan  dalam  tradisi  malam  tirakatan  ini.

      Melibatkan generasi muda dalam perencanaan dan pelaksanaan acara dapat

      membantu memastikan bahwa tradisi ini tidak hanya bertahan, namun juga
      berkembang dengan relevansi yang lebih baru.

            Malam tirakatan ini adalah wujud nyata dari toleransi, gotong royong dan

      kebersamaan  antar  Masyarakat  dari  berbagai  kalangna  social  dan  antar

      umat  beragama.  Acara  ini  menggabungkan  berbagai  aspek  penting  dalam

      kehidupan sosial, termasuk refleksi spiritual, Kerjasama, dan perayaan dalam

      rangka  cinta  tanah  air.  Dengan  menggabungkan  semua  elemen  Masyarakat
      dan  menghargai  perbedaan  agama,  malam  tirakatan  ini  memperkuat  ikatan

      sosial dan menunjukkan bahwa meskipun terdapat banyak sekali perbedaan,

      semua dapat Bersatu dalam semangat cinta tanah air. Tradisi ini bukan hanya

      acara tahunan, tetapi juga merupakan simbol dari Masyarakat yang harmonis

      dan patuh dicontoh dalam menjaga keharmonisan sosial di era modernisasi
      dan globalisasi.
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26