Page 27 - PADB Katolik IX BS isi.indd
P. 27
Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresenta-
sikan hasilnya. Kelompok lain dapat memberi tanggapan baik be-
rupa pertanyaan atau komentar kepada kelompok yang melakukan
presentasi.
Untuk Dipahami
Orang dapat disebut betul-betul beriman bila ia sungguh-
sungguh menghayati dan mewujudkan imannya dalam hidup
sehari-hari. Karena jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka
iman itu pada hakikatnya adalah mati. Sebab iman bekerja sama
dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itulah
iman menjadi sempurna. Manusia dibenarkan karena perbuatan-
perbuatannya, bukan hanya karena iman. (lihat. Yakobus 2:14-26).
Relasi manusia dengan Allah akan menjadi lebih nyata jika iman
tidak hanya diungkapkan melalui doa, puji-pujian saja, tetapi juga
diwujudkan dalam hidup sehari-hari, terutama melalui perbuatan
baik yang menyelamatkan dan membahagiakan sesama.
3. Refl eksi
“Seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa
perbuatan-perbuatan adalah mati.”
Apakah hidup kita sudah menunjukkan sikap orang beriman?
Apakah perilaku kita menghidupi iman kita?
Penghayatan iman yang benar, tidak cukup hanya beribadah dan
doa.
Iman kita harus nyata melalui perilaku hidup sehari-hari.
Berpihak pada yang miskin….
Belarasa pada yang menderita….
Memberi semangat pada yang lemah dan putus harapan….
Menerima orang lain sebagai pribadi….
Sudahkah kita melakukan itu sebagai perwujudan dari iman kita?
Kita hening…kita renungkan semua itu dalam hati kita….
Semoga kehadiran kita dapat membawa damai bagi sesama.
Tugas
Buatlah rencana yang akan kamu lakukan untuk melakukan doa
bersama dalam keluarga dengan tema: “Mohon Kerukunan Hidup
Beragama di Indonesia”.
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti 21