Page 26 - E-MODUL (210 × 297 mm)
P. 26

PERISTIWA PROKLAMASI

                         KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA






           3. Peristiwa Rengasdengklok






          Setelah          mengetahui           pendirian
          golongan         tua,      golongan         muda       Pagi-pagi  buta  sekitar  pukul
          mengadakan  rapat  lagi  menjelang                     04.00, tanggal 16 Agustus 1945,
                                                                 Sukarno-Hatta
                                                                                            dibawa
          pukul 24.00. Mereka melakukan rapat                    Rengasdengklok.          Sehari           ke
                                                                                                      penuh
          di Asrama Baperpi, Cikini 71, Jakarta.                 kedua       pemimpin       “ditahan”
          Rapat tersebut selain dihadiri mereka                  Rengasdengklok.          Selain           di
          yang  mengikuti  rapat  di  Pegangsaan                                                      untuk
          Timur,  juga  dihadiri  oleh  Sukarni,                 menjauhkan  Sukarno-Hatta  dari
          Jusuf  Kunto,  dr.  Muwardi,  dan                      pengaruh  Jepang,  para  pemuda
          Sodancho Singgih.                                      bermaksud  memaksa  mereka  agar
                                                                 segera                   memproklamasi
                                                                 kemerdekaan  lepas  dari  segala
                                                                 sesuatu  yang  berkaitan  dengan
          Dalam  rapat  itu  diputuskan  untuk                   Jepang. Ternyata kedua tokoh ini
          mengungsikan  Sukarno  dan  Hatta  ke                  cukup  berwibawa.  Para  pemuda
          luar  kota.  Tempat  yang  dipilih  adalah             pun      segan       untuk      mendesak
          Rengasdengklok,             sebuah          kota       mereka. Namun, Sodancho Singgih
          kawedanan  di  sebelah  timur  Jakarta.                memberikan  keterangan  bahwa
          Tujuan        “penculikan”       itu      adalah       dalam pembicaraan berdua dengan
          menjauhkan  kedua  pemimpin  nasional                  Bung       Karno,        Bung       Karno
          itu  dari  pengaruh  Jepang.  Untuk                    menyatakan                       bersedia
          menghindari  kecurigaan  dan  tindakan                 melaksanakan  proklamasi  segera
          yang  dapat  diambil  oleh  tentara                    setelah  kembali  ke  Jakarta.
          Jepang,       rencana        itu    diserahkan         Berdasarkan  hal  itu,  siang  itu
          kepada Sodancho Singgih. Rencana itu                   juga  Singgih  kembali  ke  Jakarta.
          berhasil  dengan  baik  berkat  dukungan               Ia       menyampaikan             rencana
          Cudanco          Latief       Hendraningrat,           Proklamasi  kepada  para  pemimpin
          berupa perlengkapan tentara Peta.                      pemuda di Jakarta.











                                                              26
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31