Page 17 - modul evolusi_Neat
P. 17
10
D. EVOLUSI KIMIA
Ketidak puasan para ilmuan terhadap apa yang dikemukakan para tokoh
abiogenesis maupun biogenesis mendorong para ilmuan lain untuk terus
mengadakan penelitian tentang asal usul kehidupan. Antara pakar-pakar
tersebut antara lain: Harold Urey, Stanley Miler, dan A.I. Oparin. Mereka
berpendapat bahwa organisme terbentuk pertama kali di bumi ini berupa
makhluk bersel satu. Selanjutnya makhluk tersebut mengalami evolusi menjadi
berbagai makhluk hidup seperti Protozoa, Porifer, Coelenterata, Mullusca, dan
lain-lain. Para pakar biologi, astronomi, dan geologi sepakat bahwa, pelanet
bumi ini terbentuk kira-kira 4,5-5 miliar tahun yang lalu. Keadaan pada saat
awal terbentuknya sangat berbeda dengan keadaan saat ini. Pada saat itu suhu
planet bumi diperkirakan 4.000-80000oC.
Pada saat mulai mendingin, senyawa karbon beserta beberapa unsur logam
mengembun membentuk inti bumi, sedangkan permukaannya tetap gersang,
tandus, dan tidak datar. Karena adanya kegiatan vulkanik, permukaan bumi
yang masih lunak tersebut bergerak dan mengerut terus-menerus. Ketika
mendingin, kulit bumi tampak berlipat-lipat dan pecah. Kondisi atmosfer bumi
juga berbeda dengan kondisi saat ini. Gas-gas ringan seperti Hidrogen (H2),
Nitrogen (N2), Oksigen (O2), Helium (He), dan Argon (Ar) lepas meninggalkan
bumi karena gaya gravitasi bumi tidak mampu menahannya. Di atmosfer juga
terbentuk senyawa-senyawa sederhana yang mengandung unsur-unsur tersebut,
seperti uap air (H2O), Amonia (NH3), Metana (CH4) dan Karbondioksida
(CO2).
Senyawa sederhana tersebut tetap berbentuk uap dan tertahan di lapisan
atmosfer. Ketika suhu atmosfer turun sekitar 100oC terjadilah hujan air
mendidih. Peristiwa tersebut berlangsung selama ribuan tahun. Dalam keadaan
semacam ini pasti bumi saat itu belum dihuni kehidupan. Namun, kondisi
semacam itu memungkinkan berlangsungnya reaksi kimia, karena tersedianya
zat (materi) dan energy yang berlimpah.