Page 37 - E-MODUL PEMANASAN GLOBAL
P. 37
makin lama makin kuat. Frekuensi terjadinya badai dan siklon semakin
meningkat. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya
beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan
bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane)
yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih
besar.
c. Penyebaran penyakit semakin meluas
Iklim yang memanas dapat menyebabkan peningkatan jumlah
penyakit dan memperpanjang musim penularan penyakit. Pada suhu
rendah, beberapa mikroorganisme penyebab penyakit dijumpai dalam
tahap istirahat. Namun setelah suhu naik, mikroorganisme tersebut akan
berkembang dengan pesat. Berbagai wabah penyakit sudah diketahui dan
dicurigai oleh para Ilmuwan sejak dua dekade terakhir. Sebagai contoh,
penyebaran penyakit malaria sangat dipengaruhi oleh iklim. Penyakit ini
ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Studi ilmiah membuktikan,
penyebaran penyakit malaria semakin meluas akibat perubahan iklim yang
terjadi sekarang ini. Selain malaria, penyebaran penyakit demam berdarah
yang ditularkan melalui nyamuk Aedes juga sangat dipengaruhi oleh
cuaca.
d. Terjadinya bencana alam
Pemanasan global diduga kuat sebagai penyebab terjadinya
berbagai bencana alam mulai dari banjir, kebakaran hutan, hingga gempa
bumi.
1) Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya
pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek, sementara curah
hujan sangat tinggi. Kemungkinan lainnya adalah karena naiknya
permukaan air laut. Naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es
dan gletser akan mengakibatkan pemukiman penduduk di daerah
pesisir dilanda banjir rob akibat air pasang yang tinggi, bahkan dapat
menenggelamkan pulau-pulau.
2) Cuaca panas dan curah hujan yang rendah dapat menyebabkan
kebakaran hutan yang dahsyat. Kebakaran hutan besar-besaran, bukan
27
Pemanasan Global Kelas VII Semester II