Page 39 - E-MODUL PEMANASAN GLOBAL
P. 39
b. Mengubah produksi pangan
Perubahan iklim akibat pemanasan global dapat memengaruhi
pasokan pangan dunia, baik dari aspek kuantitas (jumlah) maupun
kualitas (mutu).
1) Dari segi kuantitas, berbagai penelitian menunjukkan bahwa
pemanasan global berdampak signifikan terhadap penurunan hasil
pertanian, seperti jagung, padi, dan gandum, terutama di daerah-
daerah tropis; yang normalnya memiliki produksi pangan tinggi.
Kenaikan suhu karena perubahan iklim juga cenderung meningkatkan
hama tanaman. Selain hasil pertanian, sumber makanan lain seperti
ikan, akan menurun jumlahnya. Hal ini terjadi karena pemanasan global
mengakibatkan naiknya suhu lautan, sehingga ikan-ikan di kawasan
tropis akan bergerak ke arah yang lebih dingin.
2) Dari segi kualitas, tingginya kadar gas karbon dioksida di udara
menyebabkan tanaman kehilangan nutrisi pentingnya. Penelitian
menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di lingkungan yang kadar
karbon dioksidanya tinggi memiliki kadar protein, seng, dan zat besi
lebih rendah.
c. Berkurangnya sumber air bersih
Perubahan suhu akibat perubahan iklim menyebabkan perubahan
curah hujan serta menyebabkan pergeseran vegetasi di daerah hulu
sungai, sehingga akan mempengaruhi ketersediaan air dari permukaan
tanah. Secara umum di Indonesia, diperkirakan pada tahun 2080 akan
terdapat 2 - 3,5 miliar penduduk yang akan mengalami kekurangan air,
akibat menurunnya persediaan air tanah.
d. Dampak sosial ekonomi dan politik
Pada akhir september tahun 2020, Indonesia telah mengalami 791
kejadian banjir, 314 kebakaran hutan dan lahan, 26 gelombang pasang
atau abrasi, 22 kekeringan, 387 tanah longsor dan 573 bencana puting
beliung. Ini semua membawa kerugian yang sangat besar. Bencana ini
juga menimbulkan dampak sosial, seperti perubahan mata pencaharian
penduduk, terutama di daerah pertanian akibat perubahan iklim yang
29
Pemanasan Global Kelas VII Semester II