Page 5 - TUGAS
P. 5
Karakter putri lungguh, pada umumnya:
bergerak dengan tenaga yang lembut dan sedang, serta ritme
dan temponya lambat dan sedang; anggota tubuhnya agak
ter- tutup dengan badan dan arah pandangnya agak condong
ke depan, level medium ketika berdiri; garis-garis lengannya
leng- kung dan lurus; ruang gerak yang agak terbuka; dan
kualitas geraknya lembam, mengayun, perkusi dan menahan.
Tari Badaya Rancaekek riasannya di- sesuaikan dengan riasan yang
lebih me- nonjolkan kewanitaannya, selain itu mem- bantu
mengidentifikasi tarian seperti karak- ter tarian atau keserasian
busana. Busana yang digunakan yaitu, apok, sinjang, sam- pur. Hal
ini diperkuat oleh Ai Mulyani dan Euis Suhaenah (2018: 99) sebagai
berikut:
Adapun busana yang digunakan yakni sebagai berikut; apok
beludru,kain batik yang dipakai sebagai dodot panjang atau
tutup rasa (sampur pendek), siger
buntut, sampur, beubeur, kewer,
terbuat dari tem- baga/kuningan, mangle/bungan yang di-
kenakan pada kedua sisi kepala kiri dan kanan, kalung dua
susun, gelang dan kilat bahu.
Referensi :
Siti Lenggani, Dena & Turyati (2021). TARI BADAYA
WIRAHMASARI RANCAEKEK.Jurnal Seni Makalangan,8(1).
3. Model Pengembangan
Kajian Model Pengembangan “Model ADDIE”
ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development or
Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Menurut langkah-
langkah pengembangan produk, model penelitian dan pengembangan ini lebih
rasional dan lebih lengkap daripada model 4D. Model ini memiliki kesamaan
dengan model pengembangan sistem basisdata yang telah diuraikan
sebelumnya. Inti kegiatan pada setiap tahap pengembangan juga hampir
sama. Oleh sebab itu, model ini dapat digunakan untuk berbagai macam
bentuk pengembangan produk seperti model, strategi pembelajaran, metode

