Page 4 - Book of Enoch
P. 4
Henokh 68:1 Dan setelah itu kakekku Henokh memberi aku penjelasan tentang semua
rahasia dalam sebuah buku, dan perumpamaan-perumpamaan yang telah diberikan
kepadanya, dan dia menjadikannya satu bagiku, yaitu kata-kata dari Buku Perumpamaan.
Kitab Henokh dimungkinkan selamat dari banjir besar, karena Nuh membawa tulisan-
tulisan dari kakeknya ini bersamanya di dalam bahtera. Naskah-naskah Kitab Henokh telah
ada berabad-abad sebelum kelahiran Tuhan Yesus Kristus, bahkan secara theologis
dianggap lebih mesianis dibandingkan dengan Yudaisme.
Buku ini dianggap sebagai kitab suci oleh kaum mesianis pada awal gereja yang mula-mula.
Tulisan-tulisan awal dari bapak-bapak mesianis banyak berisi referensi-referensi dari
Kitab Henokh. Bapak-bapak gereja pada abad ke-2 dan ke-3 seperti Justin Martyr, Irenaeus,
Origen dan Clement dari Alexandria, semuanya menggunakan referensi dari Kitab Henokh.
Bahkan Tertullian (160-230 M) menyebut Kitab Henokh sebagai bagian dari “Kitab Suci.”
Gereja Kristen di Ethiopia bahkan memasukkan Kitab Henokh ke dalam kanon resminya.
Buku ini sangat dikenal dan banyak dibaca pada tiga abad pertama setelah kenaikan Tuhan
Yesus Kristus. Buku ini dan banyak buku-buku lainnya didiskreditkan setelah Konsili
Laodikia. Dan akhirnya dilarang oleh pihak otoritas gereja, dinyatakan sesat dan
dimusnahkan, dan secara bertahap hilang dari peredaran.
Kira-kira pada masa Reformasi Protestan, muncul kembali ketertarikan kepada Kitab
Henokh yang telah hilang selama ratusan tahun dari dunia modern. Tahun 1400-an banyak
muncul rumor bahwa beberapa salinan Kitab Henokh diperkirakan masih ada. Dalam
masa-masa ini, banyak buku-buku yang muncul yang diakui sebagai Kitab Henokh, tetapi
yang ternyata palsu.
Kembalinya Kitab Henokh kepada peradaban modern berkat usaha seorang penjelajah
terkenal James Bruce, yang pada tahun 1773 kembali setelah 6 tahun pergi ke Abyssinia
dengan membawa 3 salinan versi Ethiopia dari kitab yang hilang ini. Tahun 1821, Richard
Laurence mempublikasikan terjemahan Inggris yang pertama. Edisi terkenal dari R.H
Charles dipublikasikan tahun 1912. Dalam tahun-tahun sesudahnya, beberapa bagian dari
salinan asli dalam bahasa Yunani muncul. Ditemukannya 7 bagian salinan dari Kitab
Henokh di gua Qumran nomor 4 dalam Gulungan-gulungan Kitab Suci di Laut Mati, yang
tertulis dalam bahasa Aram, semakin mengokohkan keotentikan kitab ini.
Kitab Henokh dibagi dalam 5 bagian, namun adalah Kitab Perumpamaan (pasal 37-71)
yang paling membingungkan para ahli karena munculnya banyak sebutan mengenai sosok
“Mesias”, “Dia Yang Benar”, “Dia Yang Dipilih” dan “Anak Manusia.”