Page 16 - E-modul Berpendekatan STEM Pola EDP Terintegrasi SSI pada Materi Sistem Eskresi untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP
P. 16

proksimal. Dalam tubulus kontortus proksimal terjadi proses penyerapan kembali
                          zat-  zat  yang  masih  diperlukan  oleh  tubuh,  proses  ini  disebut  sebagai  tahap

                          reabsorpsi. Zat-zat yang diserap kembali adalah glukosa, asam amino, ion kalium,
                          dan vitamin. Setelah proses reabsorpsi terbentuk urine sekunder.


                                 Kandungan  dalam  urine  sekunder  terdiri  atas  air,  garam  anorganik,  urea,
                          dan urobilin. Urobilin akan memberikan warna kuning pada urine, sedangkan urea

                          akan memberikan bau pada urine. Urine sekunder yang terbentuk akan mengalir ke

                          lengkung  henle  kemudian  menuju  tubulus  kontortus  distal.  Selama  mengalir  ke
                          dalam lengkung henle kandungan air dalam urine sekunder juga terus mengalami

                          reabsorpsi.
                      3)  Tahap Augmentasi

                                 Setelah  sampai  di  tubulus  kontortus  distal,  urine  sekunder  masih

                          mengalami penyerapan air, ion natrium, klor, dan urea. Selain proses penyerapan
                          juga  terjadi  proses  pengeluaran  zat-zat  yang  tidak  diperlukan  oleh  tubuh  atau

                          augmentasi.  Zat-  zat  sisa tersebut  telah  tercampur  dengan  urine  sekunder  yang
                          menjadi  urine  sesungguhnya.  Pada  tubula  kolekta  urine  dikumpulkan  untuk

                          disalurkan  ke  pelvis  renalis  (rongga  ginjal)  dan  mengalir  menuju  kandung

                          kemih  melalui  ureter.  Urine yang dikeluarkan melalui ureter memiliki komposisi
                          96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, amonia, asam ureat dan sisa substansi lainnya.

                          Urine  sesunggahnya  ditempatkan  pada  penyimpanan  sementara  yaitu  pada
                          kandung  kemih.  Kandung  kemih  manusia  dapat  menampung  sekitar  0,5L  urine.

                          Proses  pengeluaran  urine  terjadi  pada  kandung  kemih  karena  tekanan  yang  ada
                          didalam kandung kemih tersebut. Tekanan itu terjadi karena  adanya sinyal  yang

                          mengisyaratkan bahwa kandung kemih tersebut telah penuh.



                     C. Gangguan pada Ginjal



                      Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam sistem ekskresi manusia, maka dari

                itu kamu wajib menjaga kesehatan ginjal. Ginjal juga dapat mengalami gangguan sebagai

                berikut:
                   1.  Batu Ginjal

                           Batu ginjal merupakan gangguan yang terjadi akibat terbentuknya endapan garam
                       kalsium dalam rongga ginjal (pelvis renalis), saluran ginjal, ataupun kandung kemih.

                       Batu ginjal memiliki bentuk seperti Kristal yang tidak dapat larut dan mengandung


                                                            5
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21