Page 25 - E-modul Berpendekatan STEM Pola EDP Terintegrasi SSI pada Materi Sistem Eskresi untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP
P. 25
B. Proses Ekskresi pada Hati
Bilirubin dihasilkan dari pemecahan hemoglobin pada sel darah merah (eritrosit).
Sel darah merah memiliki rantang waktu hidup antara 100-120 hari, hal ini dikarenakan sel
darah merah tidak memiliki inti sel serta membran sel selalu bergesekan dengan pembuluh
darah kapiler. Karena tidak memiliki inti sel mengakibatkan sel darah merah tidak dapat
membentuk komponen baru untuk menggantikan komponen sel yang rusak.
Sel darah merah yang rusak akan dibancurkan oleh makrofag dalam hati dan limpa.
Hemoglobin yang ada akan dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi yang
dihasilkan akan disalurkan ke sumsum merah tulang yang selanjutnya membentuk
hemoglobin baru. Globin akan dipecah menjadi asam amino untuk membentuk protein.
Sedangkan hemin diubah menjadi zat warna hijau atau biliverdin. Biliverdin akan diubah
menjadi zat warna kuning oren atau bilirubin. Bilirubin akan dikeluarkan bersama dengan
getah empedu ke usus dua belas jari menuju usus besar. Pada usus besar, bilirubin diubah
menjadi urobilinogen yang berubah menjadi urobilin dan sterkobilin. Urobilin akan
memberikan warna kuning pada urine, sedangkan sterkobilin memberi warna coklat pada
fases.
Organ hati juga berfungsi mengubah amonia (NH 3) yang berbahaya jika berada
dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea. Amonia tersebut dihasilkan dari
proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh
darah menuju ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.
Gambar 11 Proses Pemecahan Eritrosit
Sumber: Kemendikbud (2017)
14