Page 21 - e-LKPD Etnosains Asam Basa (4)_Neat
P. 21
Ringkasan Materi
Derajat Keasaman (pH Dan pOH)
a. pH
Setiap zat memiliki tingkat keasaman yang berbeda-beda.
Contohnya jeruk nipis dan asam cuka akan berbeda tingkat
keasamannya. Derajat atau tingkat keasaman larutan bergantung
pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Semakin besar konsentrasi ion
H+ maka makin asam larutan tersebut. Sorensen (1868-1939), seorang
ahli kimia dari Denmark, mengusulkan konsep pH untuk menyatakan
konsentrasi ion H+, yaitu sama dengan negatif logaritma konsentrasi
ion H+. Secara matematika diungkapkan dengan persamaan :
pH= -log [H+]
Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan beberapa rumus sebagai
berikut: +
Jika [H ] = 1 x 10 -n maka pH = n
Jika [H + ] = x X 10 -n maka pH = n -log x
+
Sebaliknya, jika pH = n, maka [H ] = 10 -n
b. pOH
Konsentrasi ion OH- juga dapat dinyatakan dengan cara:
pOH= -log [OH-]
Hubungan antara pH dengan pOH dapat diturunkan dari persamaan
tetapan kesetimbangan air (Kw)
Jika kedua ruas persamaan ini diambil harga negatif logaritmanya,
diperoleh:
-log K w = -log ([H ]x [OH ])
-
+
-
+
-log Kw =(-log [H ])+ (-log [OH ])
Dengan, p = -log, maka :
p K w = pH + pOH atau pH + pOH = pK w
Pada suhu kamar, dengan harga K w = 1 x 10 -14 (pK =14)
w
+
-
maka pH + pOH = 14 dan [H ] [OH ] =10 -14
e-LKPD Etnosains 18