Page 51 - Laporan SFO Triwulan I 2024 Kanwil DJPb Provinsi Riau blm ds
P. 51

LAPORAN LLPKPK Berbasis SFO                                                               Bab IV




            Bab IV

            Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas


            Pengelolaan Kinerja Berbasis SFO



                    Pada tahun 2019, Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
            bekerja sama dengan perusahaan GML Performance Consulting menerapkan langkah-langkah penguatan
            manajemen kinerja melalui tool audit SPEx2 (Strategy Performance Execution Excellence). Berdasarkan
            hasil penilaian kinerja manajemen kinerja tahun 2019, Direktorat Jenderal Perbendaharaan memperoleh
            skor 3,97 pada skala 4 (utilization level) dan merupakan yang tertinggi di Kementerian Keuangan. Berikut
            rekomendasi perbaikan penerapan manajemen kinerja.


                             •Pentingnya komitmen pimpinan dalam merumuskan, melaksanakan, dan memantau strategi
                       1     unit kerja.


                             •Sosialisasi/Internalisasi Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Organisasi harus ditingkatkan dengan
                       2     meningkatkan pemahaman pada seluruh jajaran pegawai.



                             •Peta Strategi harus dipertimbangkan dengan baik agar dapat dikomunisasikan secara visual.
                       3


                             •Sosialisasi dan Internalisasi peta stratagis harus dilanjutkan melalui forum-forum yang ada
                       4     dan mencari inovatif lainnya untuk mensosialisasikan tujuan strategis.


                             •Guna menjaga dan meningkatkan kesadaran seluruh pegawai, maka perlu menjaga kegiatan
                             Gugus Kendali Mutu dan mencari cara inovatif lain dalam rangka mensosialisasikan Indikator
                       5     Kinerja Utama.



                   Sejak  2007  Kementerian  Keuangan  mulai  mengenalkan  Balanced  Scorecard  (BSc)  dalam
            pengelolaan kinerja dan pada tahun 2011 secara legal formal telah menerapkan Balance Scorecard sebagai
            tools  dalam  manajemen  strategi  pengelolaan  kinerja  sesuai  Keputusan  Menteri  Keuangan  Nomor
            454/KMK.01/2011 tentang Pengelolaan Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan sebagaimana telah
            diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 467/KMK.01/2014 tentang Pengelolaan Kinerja di
            lingkungan  Kementerian  Keuangan  yang  selanjutnya  disempurnakan  kembali  dengan  Keputusan
            Menteri Keuangan Nomor 300/KMK.01/2022 tentang  Manajemen  Kinerja  di  Lingkungan  Kementerian
            Keuangan. Untuk mengevaluasi penerapan pengelolaan  kinerja  berbasis  BSC  tersebut  sesuai  prinsip
            SFO,  Kementerian  Keuangan  telah  menyelenggarakan  survey  sejak  tahun  2013.  Kriteria  level
            implementasi SFO tersebut menjadi 5 (lima) tingkatan yang disebut “Level of Excellence” sebagai berikut:







                                                                 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan
            40                                                                                    Provinsi Riau
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56