Page 52 - Laporan SFO Triwulan I 2024 Kanwil DJPb Provinsi Riau blm ds
P. 52
Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Pengelolaan Kinerja (LLPKPK)
Berbasis Strategy Focus Organizarion (SFO) TW I 2024
Gambar IV.1
Level of excellence implementasi SFO
5. We are "best practice" at this
4. We are good at this
3. We are okay at this
2. We are not good at this
1. We are awful at this
Sebagaimana telah diuraikan di atas, prinsip pertama SFO adalah “memobilisasi perubahan
melalui kepemimpinan”. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa letak keberhasilan penerapan BSC
dimulai dari bagaimana pemimpin dapat menginspirasi transformasi organisasi ke arah yang lebih baik.
John Kotter (1996) menjelaskan bahwa perubahan organisasi harus dimulai dari manajemen tertinggi.
Oleh karena itu, keberhasilan dalam menerapkan prinsip kepemimpinan sebagai prinsip pertama SFO
akan mempengaruhi 4 (empat) prinsip lainnya dalam organisasi.
Langkah-langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja pada tahun 2024 tercantum pada
lampiran Nota Dinas Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Nomor ND-1771/PB.1/2024 tanggal 22 Mei 2024
hal Penyegaran Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Pengelolaan Kinerja di Lingkungan DJPb Tahun
2024. Berikut ini penjelasan langkah-langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja pada Kanwil DJPb
Provinsi Riau sampai dengan triwulan I tahun 2024:
I. Menggerakkan Perubahan melalui Peran Kepemimpinan
I.A Pimpinan (Kepala Kanwil DJPb dan Kepala KPPN) merumuskan strategi organisasi untuk
mencapai tujuan Organisasi
I.A.1 Menyusun strategi organisasi dengan menggunakan tools STEP, SWOT, TOWS bersama pejabat
teknis dan/atau pegawai di masing-masing unit
Telah dilakukan update analisa strategi organisasi berdasarkan kondisi terkini serta penambahan
Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal berdasarkan Analisis SWOT/TOWS. Penjelasan detil
analisa strategi organisasi berdasarkan STEP, SWOT, dan TOWS terlampir.
Rencana aksi: SELESAI sesuai dokumen I.A.1.a
PASTI BISA
Prima, Antusias, Tanpa Biaya, Inovatif, Bijak, Santun 41