Page 53 - MODUL PRAKTIKUM DARING BIOEKOLOGI OPT
P. 53
ACARA 6
OPT JAMUR
A. Pendahuluan
Cendawan telah lama dikenal manusia melalui aktifitasnya. Banyak istilah yang
bereda dalam penyebutan semua mahluk hidup yang berafiliasi dengan cendawan
seperti cendawan itu sendiri, jamur, cendawan, kapang, ragi dan sebagainya. Banyak
diantara golongan cendawan yang menyebabkan kerugian besar dan ada pula yang
berguna dan/atau menguntungkan. Istilah jamur seringkali digunakan untuk individu
cendawan yang pada waktu tertentu membentuk badan buah yang dapat dilihat
secara makroskopis atau dengan mata secara langsung, cendawan umumnya dipakai
untuk penyebutan semua individu cendawan yang hanya bersifat mikroskopis
sedangkan kapang umumnya digunakan untuk golongan cendawan yang tidak
memiliki hifa sejati.
Cendawan merupakan mikroorganisme yang mempunyai inti sejati, tidak
berklorofil, berkembang biak secara seksual maupun aseksual dengan membentuk
spora, struktur somatiknya berupa hifa dengan bentuk yang menyerupai benang yang
bercabang-cabang. Cendawan berdinding sel yang tersusun atas selulosa, kitin, B
Glucan, atau subtansi lain yang berupa polisakarida. Penyusun dinding sel cendawan
dapat berbeda beda tergantung dari filum masing-masing cendawan.
Cendawan dapat tumbuh pada seluruh ekosistem, dapat tumbuh pada keadaan
aerobic maupun anaerob (tergantung spesiesnya). Cendawan dapat ditemukan pada
air, tanah, biji, tanaman, sisa bahan organik dan bahkan pada permukaan kulit
manuisia. Karakter cendawan umumnya akan mengikuti lokasi tumbuh atau habitat
tumbuhnya. Lokasi tumbuha cendawan juga dapat menjadi media pembawa/ carrier
propagul cendawan.
Cendawan yang bersifat sebagai patogen tumbuhan memiliki kemampuan
mempertahankan diri pada bahan pembawanya masing-masing. Hal ini menjadikan
cendawan dapat menyebar dengan mudah dari satu wilayah ke wilayah lain maupun
dari satu negara ke negara lain. Sebagai contoh adalah Curvularia lunata yang
merupakan cendawan terbawa benih. Pada benih atau biji cendawan dapat bertahan
xvi