Page 155 - Buku SKI XI MA
P. 155

Indonesia  (MASYUMI)  sebagai  organisasi  baru  yang  menjadi  salah  satu  tempat

                        aspirasi umat Islam.


                    Ibrah

                    1. Kemajuan umat Islam di Dunia merambah sampai Indonesia berkat interaksi antara
                      pelajar  Islam  Indonesia  dengan  masyarakat  di  Timur  Tengah.  Dampak  baik  ini

                      kemudian membawa Indonesia ke dalam era modernisasi.

                    2. Dengan munculnya pembaruan dalam berbagai bidang khususnya dalam politik dan
                      kemasyarakatan,  memupuk  rasa  nasionalisme  sehingga  terus  menguatkan  jiwa

                      perjuangan untuk bangkit melawan penjajah.
                    3. Kemerdekaan  menjadi  kunci  untuk  menghadirkan  kemakmuran  dan  kesejahteraan

                      bagi  seluruh  rakyat.  Tidak  ada  kemakmuran  dan  kesejahteraan  tanpa  kemerdekaan.
                      Maka setiap bangsa bangkit dan berjuang melawan penjajahan, termasuk Indonesia.

                      Kemerdekaan  membutuhkan  perjuangan  tidak  hanya  sekedar  materi  dan  pikiran,

                      dengan air mata, darah, dan nyawa.


                        Bacalah kisah berikut:
                                         Masjid Istiqlal, Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia

                               Masjid  Istiqlal  merupakan  masjid  nasional  negara  Republik  Indonesia,  yaitu  masjid  yang
                        mewakili  umat  muslim Indonesia. Karena  menyandang status terhormat ini  maka  masjid ini harus
                        dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menggambarkan semangat perjuangan dalam
                        meraih  kemerdekaan.  Masjid  ini  dibangun  sebagai  ungkapan  dan  wujud  dari  rasa  syukur  bangsa
                        Indonesia  yang  mayoritas  beragama  Islam,  atas  berkat  dan  rahmat  Allah  SWT  yang  telah
                        menganugerahkan nikmat kemerdekaan, terbebas dari cengkraman penjajah. Karena itulah masjid ini
                        dinamakan "Istiqlal" yang dalam bahasa Arab berarti "Merdeka"
                               Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno.
                        Peletakan  batu  pertama  sebagai  tanda  dimulainya  pembangunan  Masjid  Istiqlal  dilakukan  oleh  Ir.
                        Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban.
                               Masjid  ini  memiliki  gaya  arsitektur  modern  dengan  dinding  dan  lantai  berlapis  marmer,
                        dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan
                        satu  lantai  dasar.  Bangunan  utama  itu  dimahkotai  satu  kubah  besar  berdiameter  45  meter  yang
                        ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut Selatan selasar
                        masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 jamaah.
                               Selain  digunakan  sebagai  aktivitas  ibadah  umat  Islam,  masjid  ini  juga  digunakan  sebagai
                        kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga
                        menjadi  salah  satu  daya  tarik  wisata  yang  terkenal  di  Jakarta.  Kebanyakan  wisatawan  yang
                        berkunjung  umumnya  wisatawan  domestik  di  samping  sebagian  wisatawan  asing  yang  beragama
                        Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat
                        pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun bagian yang boleh dikunjungi
                        kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.
                               Sejarah Berdirinya Masjid Istiqlal berawal dari Kementeraian Agama. Pada tahun 1950, KH.
                        Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia dan H. Anwar
                        Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam  mengadakan pertemuan dengan  sejumlah tokoh Islam di
                        Deca  Park,  sebuah  gedung  pertemuan  di  jalan  Merdeka  Utara,  tidak  jauh  dari  Istana  Merdeka.
                        Pertemuan  dipimpin  oleh  KH.  Taufiqurrahman,  yang  membahas  rencana  pembangunan  masjid.
                        Gedung pertemuan yang bersebelahan dengan Istana Merdeka itu, kini tinggal sejarah. Deca Park dan






                                                           SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS XI 141
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160