Page 120 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 120

mutu  layanan,  keterlibatan  (engagement)  tenaga
                    kesehatan,  serta  terciptanya  Psychological  Safety
                    yang    memungkinkan       proses    pembelajaran
                    organisasi berjalan secara optimal. Hal ini menjadi
                    sangat  krusial  mengingat  karakteristik  risiko  di
                    layanan primer yang bersifat sistemik dan sering kali
                    "tidak terlihat" (silent risks).
                    Model  coaching  dan  mentoring  menjadi  strategi
                    kunci  bagi  pemimpin  transformasional  dalam
                    mengembangkan        potensi     pegawai     untuk
                    meningkatkan  kinerja  individu  maupun  organisasi.
                    Melalui pendekatan yang berbasis pada pengalaman
                    kerja  harian  (Model  70-20-10),  pemimpin  dapat
                    melakukan intervensi yang berbiaya rendah namun
                    berdampak       besar      pada      keberlanjutan
                    organisasi.Efektivitas kepemimpinan di Puskesmas
                    tidak  dapat  dipahami  sebagai  satu  gaya  tunggal,
                    melainkan  sebagai  integrasi  strategis  antara  gaya
                    transformasional,  transaksional,  dan  terdistribusi.
                    Kepemimpinan transaksional tetap diperlukan untuk
                    menjaga  stabilitas  operasional  dan  kepatuhan
                    standar klinis, sementara kepemimpinan terdistribusi
                    memungkinkan pemberdayaan koordinator program
                    dalam  menghadapi  kompleksitas  layanan.  Sinergi
                    ketiganya  menjadi  kunci  dalam  menciptakan
                    organisasi Puskesmas yang adaptif dan resilien.

                    Pemimpin adalah agen perubahan (agent of change)
                    yang  harus  mampu  membangun  budaya  inovasi
                    pada unit kerjanya. Oleh karena itu, pemimpin perlu
                    melakukan refleksi diri dan monitoring secara terus-


                                                                   117
   115   116   117   118   119   120   121   122