Page 5 - PERTEMUAN 6
P. 5
b. Jenis-jenis penggangguran
Jenis pengangguran dapat dikelompokkan menurut lama waktu bekerja dan menurut faktor
terjadinya.
1. Menurut lama waktu bekerja,
Pengangguran jenis ini dapat dibedakan lagi menjadi :
Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah orang yang benar-benar tidak bekerja atau
mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka dapat terjadi karena lapangan
kerja yang tidak tersedia, tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, atau memang
tidak mau bekerja sama sekali.
Rumus menghitung tingkat pengangguran terbuka :
TPT : Jumlah pengangguran terbuka x100%
Angkatan kerja
Setengah menganggur (underemployment), adalah pengangguran yang terjadi jika
tenaga kerja bekerja kurang dari 35 jam per minggu.
Rumus untuk menghitung tingkat setengah menganggur :
TSM : Jumlah orang yang bekerja 35 jam/minggu x 100%
Angkatan kerja yang bekerja
2. Menurut penyebab terjadinya pengangguran
Berdasarkan penyebab terjadinya pengangguran dapat digolongkan sebagai berikut.
a) Pengangguran struktural, adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur
ekonomi. Misalnya adanya perubahan dari sektor agraris ke sektor industri, sehingga
akan banyak tenaga kerja yang diberhentikan. Hal ini akan menimbulkan banyak
pengangguran.
b) Pengangguran siklikal, adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perekonomian
yang mengalami fluktuasi (resesi atau depresi). Ini disebabkan karena permintaan
terhadap barang jasa menurun, sehingga banyak produsen mengurangi kegiatan
produksinya dan berakibat sebagai tenaga kerja akan dirumahkan atau di PHK
(Pemutusan Hubungan Kerja)sehingga terjadi pengangguran.
c) Penganggruan musiaman, adalah pengangguran yang terjadi karena adanya pergantian
musim. Misalnya petani, pada saat musim menanam saja ia bekerja dan pada saat
menunggu panen petani akan menganggur.
d) Pengangguran friksional, adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan dalam
mempertemukan pencari kerja dengan penyedia kerja. Kesulitan-kesulitan tersebut
misalnya pada waktu proses memasukan lamaran ke tempat-tempat yang menyediakan
lowongan kerja, maka masa ketika proses tersebut sampai pada penerimaan orang
tersebut tergolong penganggur friksoinal.
e) Pengangguran sukarela, adalah pengagguran yang terjadi karena adanya orang yang
sesungguhnya masih dapat bekarja, tetapi dengan sukarela ia berhenti bekerja. Hal ini
disebabkan karena ia merasa cukup dengan kekayaan yang ia miliki dalam hidup.
c. Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional
Masalah pengangguran menimbulkan pengaruh yang besar bagi pembangunan negara atau
individu. Berikut ini dampak pengangguran bagi pembangunan nasional.
1) Mengurangi penerimaan negara, salah satu penerimaan negara berasal dari pajak. Pajak
yang dikenakan pada orang-orang yang memilki pekerjaan adalah penghasilan. Jika jumlah
orang yang bekerja mengalami penurunan (banyak yang menganggur) maka besarnya pajak
yang diterima negara akan menurun. Sehingga kan berakibat pada penurunan penerimaan
negara.
2) Menimbulkan biaya sosial, pengangguran yang jumlahnya besar dapat meningkatkan
kriminalitas. Tingkat kriminalitas yang tinggi akan menambah biaya sosial. Misalnya biaya
untuk keamanan, biaya untuk proses peradilan, biaya untuk kesehatan, dan sebagainya.
Menghambat aktivitas ekonomi secara keseluruhan, seseorang yang menganggur tidak
mempunyai penghasilan. Jika jumlah pengangguran banyak, akan menurunkan daya beli
masyarakat dan berpengaruh pada aktivitas investor karena mereka enggan

