Page 5 - MAKALAH PLH KELOMPOK AAT (1)
P. 5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Dasar Teori
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali ada orang-orang yang beradu argumen
atau berdebat. Argumentasi yang diajukan oleh orang yang satu ditanggapi oleh orang
yang lain. Mereka saling mengajukan argumentasi sebagai tanggapan atas
argumentasi yang telah dikemukakan oleh orang lain. Setiap argumentasi memuat
penalaran yang di dalamnya terdapat kesimpulan yang didasarkan pada sejumlah
premis. Agar kesimpulan yang dikemukakan betul- betul valid dan memiliki
kebenaran yang meyakinkan, orang perlu menggunakan prosedur penalaran yang
benar menurut aturan logika. Dengan kata lain mereka perlu menggunakan penalaran
yang valid. Logika tradisional yang dikembangkan oleh Aristoteles telah menetapkan
sejumlah hukum-hukum dalam melakukan proses penalaran untuk menghasilkan
kesimpulan yang valid. Proses penalaran yang seperti ini disebut "inferensi".
Karena itu, penalaran merupakan hal mendasari dan memungkinkan
pengetahuan manusia terwujud. Penalaran merupakan proses bagaimana pikiran
menarik kesimpulan dari hal-hal yang sebelumnya telah diketahui. Kegiatan
penalaran tidak dapat dilakukan tanpa ada logika. Tidak semua kegiatan berpikir
disebut penalaran. Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang ketat mengikuti asas
kelurusan berpikir atau sesuai hukum logika. Penalaran sebagai kegiatan berpikir
logis "memang belum menjamin bahwa kesimpulan yang ditarik pasti benar sebagai
sebuah pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Walaupun pengetahuan yang diperoleh
dari penalaran yang memenuhi hukum logika belum menjamin kebenarannya, namun
logika tetap merupakan suatu dasar yang sangat penting untuk memperoleh
pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang benar. Tanpa logika, penalaran tidak
mungkin dilakukan, dan tanpa logika penalaran tidak akan sampai kepada
pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang benar.

