Page 1 - MUSEUM GEOLOGI
P. 1
MUSEUM GEOLOGI
2.1 Pengamatan Sejarah Bumi (Museum Geologi)
a. Sekilas tentang Museum Geologi Bandung
Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi
dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency).
Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan
oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000.
Sebagai salah satu monumen bersejarah, Museum berada di bawah
perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum
ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil,
batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di
Indonesia sejak 1850.
b. Awal Pembentukannya Sejarah Bumi
Permulaan terjadinya Bumi merupakan sebagian dari gumpalan gas dari
Matahari. Gumpalan gas yang besar tersebut selalu dalam keadaan berputar.
Dikarenakan sesuatu hal, terlepaslah sebagian gumpalan itu, walaupun
seolaholah dicampakkan sangat jauh, tetapi gumpalan itu masih tetap berputar
terus menerus mengelilingi gumpalan besar (Matahari) tersebut.
Gumpalangumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah
mengalami proses pendinginan akan menjadi padat. Itulah yang disebut palanet-
planet yang jumlahnya delapan. Berturut-turut nama-nama planet yang masuk
susunan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus.
Dari gumpalan yang terlepas tersebut (planet) terlepas pula sebagian dari planet,
tetapi juga tetap berputar dan mengelilingi gumpalan yang ditinggalkan, itulah
yang disebut Bulan atau Satelit. Kejadian tersebut memakan waktu yang sangat
lama. Jadi, Bumi yang seperti sekarang ini baru terjadi setelah berjuta-juta tahun
yang lalu. Sesudah Bumi bertambah dingin, berubahlah gas tersebut menjadi
cairan dan lamakelamaan bagian luarnya makin padat sehingga pada permukaan
bumi dapat ditempati manusia, tumbuh-tumbuhan serta makhluk hidup lainnya.

