Page 42 - _DRAFT BUKU SITI WULANDARI_
P. 42

memadai.  Pemanfaatan  teknologi  dalam  pendidikan  semakin  penting  untuk  meningkatkan
               kualitas pembelajaran, terutama dengan berkembangnya teknologi yang mendukung efisiensi
               dan inovasi dalam proses belajar mengajar. Pendidikan di abad ke-21 menuntut pembelajaran
               yang lebih adaptif dan kreatif, untuk menghasilkan individu yang siap menghadapi tantangan
               global. Pendidikan sebagai industri kreatif berperan penting dalam mengembangkan karakter
               dan  potensi  kreatif,  yang  dapat  menciptakan  produk  kreatif  dengan  nilai  ekonomi  yang
               berkontribusi pada pembangunan ekonomi.
                       Nilai  tambah  dalam  pendidikan  mencakup  peningkatan  kualitas  yang  melibatkan
               pengembangan  kemampuan  akademik,  karakter,  dan  kesiapan  siswa  untuk  menghadapi
               tantangan  masa  depan.  Pemanfaatan  teknologi  informasi  di  lembaga  pendidikan  juga
               memainkan peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.
               Nilai tambah pendidikan dapat dilihat dari tiga aspek utama: aspek budaya yang membantu
               mengelola perubahan budaya dan melestarikan budaya lokal, aspek biaya yang terdiri dari
               biaya langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi aksesibilitas pendidikan, serta aspek
               sosial yang mendorong mobilitas sosial, memperkuat kohesi sosial, dan mendukung integrasi
               serta  pembangunan  nasional.  Dengan  demikian,  pendidikan  memiliki  peran  vital  dalam
               membentuk karakter, keterampilan, dan kontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi,
               dan budaya.
                       Investasi dalam pendidikan adalah alokasi sumber daya untuk meningkatkan kualitas
               sumber daya manusia, yang berdampak pada kemajuan ekonomi dan peningkatan pendapatan
               nasional. Terdapat dua jenis investasi: publik, yang dilakukan pemerintah untuk membangun
               infrastruktur pendidikan, dan swasta, yang dilakukan oleh individu atau perusahaan dengan
               tujuan keuntungan. Kedua jenis investasi ini penting untuk mendukung pembangunan ekonomi
               dan sosial negara.
                       Biaya  pendidikan  mencakup  semua  pengeluaran  yang  dikeluarkan  oleh  individu,
               keluarga,  masyarakat,  dan  pemerintah  untuk  mendukung  kelancaran  pendidikan.  Biaya  ini
               terbagi menjadi biaya langsung (seperti gaji guru dan pembelian alat pembelajaran) dan biaya
               tidak  langsung  (seperti  kehilangan  pendapatan  siswa  selama  belajar).  Sumber  pembiayaan
               pendidikan melibatkan pemerintah pusat dan daerah (melalui dana BOS dan BSM), masyarakat
               (melalui donasi atau sumber dana lainnya), dan orang tua/wali siswa (melalui iuran seperti SPP
               dan biaya ekstrakurikuler). Kerja sama antara orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting
               dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.
                       Biaya  operasional  pendidikan  mencakup  pengeluaran  untuk  kegiatan  pendidikan
               sehari-hari, seperti gaji guru dan peralatan. Biaya investasi lebih permanen, meliputi sarana
               prasarana dan pengembangan SDM. Kedua jenis biaya ini penting untuk mencapai pendidikan
               berkualitas.  Pengelolaan  keuangan  yang  baik,  melibatkan  pemerintah  dan  masyarakat,
               diperlukan  untuk  mendukung  keberlanjutan  pendidikan  dan  pencapaian  tujuan  pendidikan
               nasional.
                       Pengukuran investasi pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Net
               Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). NPV menghitung nilai sekarang dari
               aliran kas masa depan, dengan kriteria kelayakan investasi: jika NPV > 0, investasi dianggap
               menguntungkan. IRR mengukur tingkat pengembalian investasi yang setara dengan tingkat
               suku bunga, menunjukkan kelayakan proyek pendidikan jika pengembalian melebihi alternatif

                                                           41
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46