Page 49 - TUGAS- JULITA-2305110596 -BUKU SAKU
P. 49
BAB X
PENGUKURAN NILAI TAMBAH PENDIDIKAN
Investasi pendidikan adalah cara berinvestasi yang bisa dibilang sangat pasti akan bisa
mengembalikan modal awal investasi. Karena bisa dikatakan investasi pendidikan ini sangat
berharaga bila dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya, Mengapa? Karena pendidikan
merupakan investasi yang bisa dikatakan mulia dan sesuatu yang mulia tersebut akan sangat
berharga. Anda memberikan pendidikan anak setinggi-tingginya merupakan contoh investasi
yang nanti pada saatnya return atau pengembaliannya mungkin jauh lebih besar dari apa yang
anda keluarkan saat ini untuk pendidikan anak anda. Jelas investasi pendidikan semacam ini bisa
dikatakan investasi yang paling berharga di antara investasi lainnya. Beberapa alasan kalau
pendidikan merupakan investasi yang terbaik.
10.1 Nilai Tambah Lembaga Pendidikan
Nilai tambah dalam pendidikan merujuk pada pengembangan kualitas pendidikan yang
dihasilkan, selain dari pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh siswa (Putra &
Bafirman;2020). Nilai tambah dalam pendidikan juga memberikan dampak positif pada
perkembangan sosial, psikologis, dan emosional siswa. Beberapa hal yang dapat memberikan
nilai tambah dalam pendidikan antara lain (Nikma et al.;2023): Nilai tambah dalam pendidikan
memberikan berbagai manfaat yang sangat penting tidak hanya bagi siswa dan masyarakat, tetapi
juga pada tingkat nasional (Mokhtar & Saludin; 2021). Dalam konteks pendidikan, nilai tambah
ini dapat diartikan sebagai kemampuan siswa untuk menghasilkan peningkatan pada kemampuan
akademik dan non-akademik mereka, serta pengembangan karakter dan kesiapan mereka dalam
menghadapi tantangan masa depan (Kusnandi;2019).Nilai tambah juga terlihat dari dampak
positif yang dihasilkan oleh programprogram pendidikan yang dilakukan oleh lembaga
pendidikan, seperti peningkatan partisipasi sosial, kemampuan beradaptasi, keterampilan berpikir
kritis dan kreatif, serta pembangunan karakter siswa (Suaduon et al; 2022).
10.2 Pengukuran Nilai Tambah
Pengukuran nilai tambah pada level makro tidak didasarkan pada satuan input yang digunakan
maupun satuan ouput, melainkan didasarkan pada periode waktu terjadinya kegiatan produksi,
misalnya satu tahun. Oleh karena itu pengukuran nilai tambah dapat dilakukan dengan
memodifikasi formula nilai tambah sesuai tujuan atau kepentingan pengukuran tersebut.
Purwanti dan Zulianti (2008) mencoba mengangkat pentingnya financial added
value (FAV) sebagai upaya memberikan nilai bagi perusahaan dalam laporan keuangan, juga
sebagai komparasi dari ecomomic added value (EAV). Nilai tambah dimanfaatkan sebagai
ukuran kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu dengan melakukan modifikasi formulasi