Page 166 - Kelas X Seni Budaya BS Sem 2 press
P. 166

Pengantar

                     Pembelajaran Seni Teater pada kelas X  semester dua ini, pada dasarnya
                 merupakan tahapan pembelajaran selanjutnya dari materi pembelajaran
                 semester satu, Bab 7 dan Bab 8. Coba kamu, buka kembali buku seni teater
                 semester satu, Bab 7 dan Bab 8 tentang materi seni peran dan menyusun
                 naskah lakon teater!  Terkait dengan pembelajaran seni teater pada semester
                 dua, Bab 15. Kamu akan diajak belajar bersama dengan teman kamu untuk
                 merancang pementasan teater sesuai dengan potensi, bakat dan minat kamu
                 dibidang seni, utamanya dalam memahami pembelajaran melalui seni teater.
                 Mari ikuti dan bacalah dengan seksama.


                     Pada dasarnya pementasan merupakan puncak dari sebuah proses
                 berkesenian, begitu pula dengan pementasan teater sebagai proses puncak
                 kreativitas seni yang dikomunikasikan pembelajar  seni kepada penontonnya
                 melalui pementasan seni. Komunikasi di dalam teater dapat dilakukan bersifat
                 langsung di panggung pementasan dan tidak langsung melalui media
                 elektronik. Pementasan teater secara langsung sifatnya sesaat, terbatas dengan
                 waktu dan tidak bisa diulang. Adapun pementasan teater melalui media atau
                 perantara alat elektronik; radio, televisi, media sosial dan ilm layar lebar
                 bersifat dapat diulang dan dilakukan dengan proses perekaman.

                     Kita lebih lanjut, bicarakan pementasan teater bersifat langsung.
                 Kedudukan penonton dalam mengapresiasi materi seni bersifat tanpa
                 perantara media lain. Dengan kepekaan pancaindra, kamu dapat menangkap
                 peristiwa pementasan yang terjadi di atas pentas dengan tidak dapat diulang
                 atau diputar layaknya seni rekam (audio-audiovisual).

                     Seni Teater, termasuk di dalamnya teater tradisional bukan hasil kerja
                 individu, tetapi merupakan hasil kreativitas bersama (kolektif) dengan
                 beberapa awak pendukung pentas. Karena itu di dalam teater perlu dibangun
                 etos kerja yang optimal dan saling percaya, mulai dari kegiatan merancang
                 hingga pementasan. Terkait pembelajaran merancang pementasan teater,
                 kamu perlu pahami tentang; pemilihan dan penentuan lakon, pemilihan dan
                 penentuan pemain dan pendukung pentas, melakukan latihan yang cukup,
                 membuat  dan menyiapkan unsur-unsur artistik dan non artistik pementasan.
                 Hal ini, dilakukan agar terlaksananya pementasan sesuai dengan harapan dan
                 sasaran penonton.  Yakni terjadinya komunikasi antara pementasan seni teater
                 dengan penontonnya yang akan dibahas pada bab 15 tentang pementasan
                 teater.






                 158         Kelas X SMA / MA / SMK / MAK
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171