Page 170 - Kelas X Seni Budaya BS Sem 2 press
P. 170

A.   Pengertian Merancang Pementasan


                     Merancang pementasan adalah suatu kegiatan berupa rangkaian tindakan
                 perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan langkah-langkah memahami
                 secara konseptual, teknik dan prosedural untuk menghasilkan tujuan
                 pementasan. Pementasan teater secara umum, baik pementasan teater
                 tradisional atau pun teater non tradisional (teater transisi, teater modern dan
                 teater kontemporer) merupakan proses komunikasi atau peristiwa interaksi
                 antara pementasan seni dengan penontonnya yang dibangun oleh suatu sistem
                 pengelolaan, yakni manajemen pementasan.

                     Manajemen secara umum dapat dipahami sebagai serangkaian tindakan
                 yang dilakukan seorang pengelola seni dalam memberdayakan sumber-
                 sumber (potensi) yang ada berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi
                 manajamen dalam sebuah kegiatan menurut Terry (1980) dapat dilaksanakan
                 melalui serangkaian kegiatan mulai dari; perencanaan, pengorganisasian,
                 penggerakan dan pengawasan (POAC) guna mencapai tujuan kegiatan dengan
                 efektif dan eisien. Tujuan yang dimaksud adalah mencapai tujuan pementasan
                 seni teater.
                     Tujuan seni di dalam pengelolaan pementasan, termasuk di dalamnya
                 pementasan teater adalah guna mencapai kualitas pementasan seni yang
                 bermutu dan menjaga kesejahteraan beberapa awak pendukung pementasan
                 di dalamnya. Dalam hal ini, kualitas pementasan seni ditanggungjawabi oleh
                 seorang Manager Artistik, dikenal dengan istilah Sutradara. Kesejahteraan
                 bagi beberapa awak pendukung pentas dipercayakan kepada seorang yang
                 mengetahui secara ilmu dan praktik dalam merancang pementasan yang
                 ditanggungjawabi seorang Manager Produksi atau Pimpinan Produksi.
                     Bagaimana dengan teater tradisional? Apakah kegiatan merancang  dalam
                 pementasan teater tradisional diperlukan? Pada awal pembentukannya teater
                 tradisional, baik teater rakyat atau pun teater istana sama-sama melakukan
                 kegiatan perancangan dalam pementasannya. Perancangan terhadap
                 pementasan seninya dilakukan secara cermat, bersifat komunal dan memiliki
                 fungsi seni bagi masyarakat pemiliknya. Artinya, teater tradisional awal
                 kepemilikannya dan terbentuk seninya bersifat komunal masyarakat, tidak
                 bersifat individual.

                     Dalam perkembangannya, setelah teater tradisional, bersifat kedaerahan
                 terbentuk tidak lagi membutuhkan pengelolaan yang rumit dan baru, karena
                 produk seni teater tradisional telah terwujud  dengan aturan-aturan baku atau
                 tetap dari hasil kesepakatan masyarakat secara turun temurun. Kedua jenis
                 teater tradisional tersebut dengan fungsi dan latar belakang kepemilikan yang




                 162         Kelas X SMA / MA / SMK / MAK
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175