Page 208 - Kelas X Seni Budaya BS Sem 2 press
P. 208

Pengantar

                     Pembelajaran Seni Teater Semester dua, Bab 16, Kelas X ini, merupakan
                 tahapan selanjutnya dari bahasan materi pembelajaran  Bab 15. Terkait dengan
                 pembelajaran seni teater Bab 16 ini, Kamu akan belajar untuk mengetahui,
                 memahami dan mempraktikan pembelajaran pementasan dalam seni teater.
                 Untuk memberikan pembelajaran yang optimal dalam materi pementasan
                 teater, disyaratkan kamu memahami,  mengingat kembali materi pembelajaran
                 bab-bab sebelumnya terkait materi lingkup seni teater dan beberapa unsur
                 penting di dalamnya.

                     Di awal pembelajaran seni teater, kita sepakat bahwa belajar teater adalah
                 belajar tentang lingkup kehidupan. Maksudnya, kehidupan yang kita alami
                 sehari-hari, dan melalui pengalaman hidup orang dapat dijadikan sumber,
                 gagasan dalam kreativitas pementasan seni teater.

                     Pementasan merupakan puncak dari sebuah proses berkesenian, begitu
                 pula dengan pementasan    teater sebagai proses puncak kreativitas seni yang
                 dikomunikasikan kreator seni kepada masyarakat, penontonnya melalui
                 pementasan seni. Komunikasi di dalam teater dapat terjadi bersifat langsung
                 di pentas dan tidak langsung melalui media elektronik. Pementasan    teater
                 secara langsung sifatnya sesaat, terbatas dengan waktu dan tidak bisa diulang.
                 Adapun pementasan     teater melalui media atau perantara alat elektronik,
                 seperti radio, televisi, media jejaring social dan ilm layar lebar bersifat dapat
                 diulang dan dilakukan dengan proses perekaman. Baik, kita lanjutkan dan
                 tekankan bahwa dalam pembelajaran pementasan teater bersifat langsung
                 menjadi pokok materi  yang akan kita bersama-sama pelajari.

                     Seni teater bukan hasil kerja individu, tetapi merupakan hasil kreativitas
                 bersama  (kolektif) dengan beberapa  awak pendukung pentas. Karena   itu di
                 dalam teater perlu dibangun etos kerja yang optimal dan saling percaya, mulai
                 dari  panitia  artistik dan non artistik yang terlibat  dalam  sebuah pementasan
                 teater. Panitia artistik wilayah kerjanya adalah menata atau mengelola terkait
                 urusan kualitas seni yang akan dipentaskan dan ditanggungjawabi oleh seorang
                 sutradara  atau  pengarah seni  teater. Wilayah kegiatan non  artisitik yang
                 ditanggungjawabi oleh seorang pimpinan produksi (pimprod) memiliki tugas
                 mengelola urusan produksi di luar materi seni teater yang akan di pentaskan.
                 Kedua, wilayah kerja yang berbeda satu sama lain, tetap memiliki hubungan
                 melekat tidak dapat dipisahkan. Meskipun, dalam praktiknya, terutama dalam
                 komunitas  teater tradisional  bahwa  kedua  wilayah kegiatan artistik dan non
                 artistik tersebut dilakukan oleh seorang pimpinan grup kesenian. Oleh karena







                 200         Kelas X SMA / MA / SMK / MAK
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213