Page 51 - E-Book Kehati Larung Tumpeng
P. 51

d.  Sumber Ekowisata
                         Kebutuhan sekunder manusia yang tidak boleh begitu saja dilupakan yaitu
                  kebutuhan akan liburan maupun refreshing. Adanya keanekaragaman hayati yang
                  ada  di  Indonesia  dapat  dimanfaatkan  sebagai  sarana  melepas  penat  setelah
                  menjalani  rutinitas  yang  padat  sehari-hari.  Adapun  objek  yang  dapat  memenuhi
                  kebutuhan  tersebut  bagi  manusia  antara  lain  gunung,  danau,  pantai,  dan
                  sebagainya.  Telaga  Sarangan  adalah  suatu  telaga  alami  yang  terletak  di  Desa
                  Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Tengah, dan merupakan

                  objek  wisata  andalan  Kabupaten  Magetan.  Saat  ini,  Telaga  Sarangan  selain
                  dimanfaatkan sebagai lokasi pariwisata, juga sebagai bahan baku air minum, irigasi
                  pertanian dan perikanan.
                        Pemanfaatan  hasil  bumi  dalam  acara  tradisi  larung  tumpeng  di  Telaga
                  Sarangan seperti tumpeng nasi (gono bahu) dengan bahan utama tumpeng adalah
                  nasi, nasi ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Hasil bumi berupa
                  padi yang diolah menjadi nasi merupakan hasil pertanian utama yang penting bagi
                  masyarakat  setempat.  Selanjutnya  terdapat  tumpeng  sayur  yang  berisi  berbagai
                  macam  dari  hasil  yang  ditanam  oleh  petani  lokal  di  sekitar  kawasan  Telaga
                  Sarangan seperti kubis, jagung, timun, terong, cabai, tomat, dan kacang panjang.
                  Buah-buahan segar seperti jeruk juga disertakan dalam rangkaian tumpeng sayur.

                  Buah-buahan ini melambangkan kesuburan dan kelimpahan hasil bumi. Sebagai
                  penghias tumpeng bunga dan daun-daunan juga digunakan. Misalnya, daun pisang
                  digunakan untuk alas tumpeng, daun pandan dan bunga mawar juga digunakan
                  sebagai penghias tumpeng nasi.
                        Pemanfaatan  hasil  bumi  dalam  acara  larung  tumpeng  ini  tidak  hanya
                  menunjukkan  rasa  syukur  masyarakat  kepada  Tuhan,  tetapi  juga  mempererat
                  hubungan  sosial  antar  warga.  Mereka  bersama-sama  mempersiapkan  acara  ini
                  dengan  gotong  royong,  mencerminkan  nilai-nilai  kebersamaan  dan  persatuan.

                  Selain  itu,  tradisi  ini  juga  berfungsi  untuk  melestarikan  budaya  lokal  dan
                  mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.






















         34
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56