Page 41 - 22538273AL-QURANHADIS_MTs_KELAS_VIII_KSKK_2020_CompressPdf
P. 41

Kandungan QS. Al-Muthaffifin (83) : 1-17


                            Tema  pokok  surat  ini  adalah  ancaman  bagi  mereka  yang  suka  menipu  dan
                                             Kandungan QS. Al-Muthaffifin: 1-17
                       mengambil hak orang lain, serta ancaman bagi orang-orang kafir yang suka mengejek

                       dan menghina orang-orang beriman.
                                             Kandungan QS. Al-Muthaffifin: 1-17
                            Ayat 1-6: Allah memulai surat dengan ancaman bagi orang–orang yang curang
                       dalam  timbangan  dengan  kalimat  “wail”  artinya  celakalah,  isyarat  bahwa  mereka

                       akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu orang-orang yang jika menerima takaran
                                             Kandungan QS. Al-Muthaffifin: 1-17
                       mereka  minta  ditambah  tetapi  jika  mereka  menimbang  atau  menakar  mereka
                       mengurangi.  Merekalah  orang-orang  yang  curang  dalam  jual  beli,  mereka  tidak

                       beriman dengan adanya hari kiamat, hari kebangkitan, hari yang sangat dahsyat, hari

                       pertanggungjawaban atas apa yang diperbuat.
                            Mengurangi  takaran  atau  timbangan  meskipun  sedikit  tetapi  diulang-ulang

                       merupakan perbuatan yang sangat dimurkai Allah. Hal ini biasanya dilakukan dengan
                       memainkan timbangan, ukuran atau harga. Jika hal tersebut dilakukan dalam jumlah

                       besar, memakan harta dan hak orang lain dengan korupsi atau melahap gaji buta, tentu
                       lebih dimurkai dan dibenci Allah Swt..

                            Ayat  7-17:  Allah  menjelaskan  bahwa  catatan  perbuatan  orang-orang  durhaka

                       terdapat dalam daftar keburukan dan disimpan dalam buku khusus bernama “sijjin”
                       (kumpulan  buku-buku  para  syetan  dan  orang-orang  kafir).  Mereka  itulah  yang

                       mendustakan  para  rasul  dan  risalahnya.  Sifat-sifat  mereka  ada  tiga:  a).  Mu‟tad
                       (melampaui batas dan melanggar hukum-hukum Allah). b). Atsim (bergelimang dosa

                       dengan  mengonsumsi  barang  haram,  berbicara  bohong,  mengkhianati  amanah,  dan
                       lain sebagainya. c). Jika dibacakan Al-Qur‟an, mereka mengatakan bahwa itu hanya

                       dongeng orang-orang terdahulu, bukan wahyu Allah Swt.

                            Selanjutnya  Allah  menjelaskan  mengapa  mereka  mengejek  al-Qur‟an,  antara
                       lain karena banyaknya dosa yang menutup hati mereka sehingga mereka tidak mau

                       menerima  kebenaran  dan  kebaikan.  Oleh  sebab  itu  mereka  jauh  dari  rahmat  Allah

                       sehingga kelak dilemparkan ke dalam api neraka yang paling bawah, dan dikatakan
                       kepada mereka, “inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan“.










                                                                        AL-QUR’AN HADIS KELAS IX    27
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46