Page 53 - BUKU GABUNGAN revisi 17.11.24_Neat
P. 53
Fisika Modern Terintegrasi Etnosains
dalam emas, yang "lebih berat" daripada seharusnya, semuanya dipegang
dekat dengan inti atom. Ini berarti bahwa elektron terluar tidak mungkin berada
di tempat di mana ia dapat bereaksi sama sekali - sama seperti berada di antara
elektronnya yang dekat dengan nukleus.
2.2.6 Etnosains
Etnosains mengacu pada pengetahuan dan praktik ilmiah yang
dikembangkan oleh berbagai masyarakat tradisional berdasarkan pengamatan
dan pengalaman mereka terhadap alam. Dalam konsep relativitas, waktu
dipahami sebagai sesuatu yang tidak mutlak, tetapi bervariasi tergantung pada
kerangka referensi atau pengamat yang berbeda. Ini sangat menarik ketika kita
melihat bagaimana beberapa budaya mengukur dan mengatur waktu
berdasarkan peristiwa alam atau prosesi tertentu, bukan oleh jam atau standar
waktu yang ketat. Misalnya, masyarakat adat seringkali menentukan waktu
berdasarkan posisi matahari, fase bulan, atau siklus musiman, yang semuanya
terkait erat dengan kegiatan sehari-hari dan ritual budaya mereka.
Konsep waktu dalam masyarakat ini mencerminkan pemahaman bahwa
waktu bersifat relatif dan lebih ditentukan oleh makna simbolis dari acara adat
atau ritual daripada oleh ketepatan waktu yang matematis. Sebagai contoh
dalam masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, pemahaman tentang waktu
sangat erat kaitannya dengan siklus alam dan kegiatan sehari-hari. Misalnya,
masyarakat Bugis menggunakan tanda-tanda alam seperti posisi matahari dan
bintang-bintang untuk menentukan waktu bercocok tanam, memancing, atau
mengadakan upacara adat. Sistem kalender tradisional mereka, yang seringkali
tidak sesuai dengan kalender Gregorian, mencerminkan konsep waktu yang
lebih fleksibel dan kontekstual.
Contoh nyata dari hal ini adalah upacara adat “Mappalili,” sebuah ritual
yang dilakukan untuk menandai dimulainya musim tanam padi. Waktu
pelaksanaan Mappalili tidak ditentukan oleh tanggal kalender yang tetap, tetapi
47