Page 47 - Kisah Abu Nawas 1001 Malam
P. 47

hatinya  yang  paling  dalam.  Rasa  rindu  itu  makin  lama  makin
             menderu-deru seperti dinginnya jamharir. Sulit untuk dibendung.
             Memang, tak ada jalan keluar yang lebih baik daripada berpikir.
             Tetapi  dengan  akal  apakah  ia  harus  melepaskan  diri?  Begitu
             tanya  Abu  Nawas  dalam  hati.  Apakah  aku  akan  meminta
             bantuan orang lain dengan cara menggendongku dari negeri ini
             sampai ke istana Baginda? Tidak! Tidak akan ada seorang pun
             yang  sanggup  melakukannya.  Aku  harus  bisa  menolong  diriku
             sendiri tanpa melibatkan orang lain.

                    Pada hari kesembilanbelas Abu Nawas menemukan cara
             lain  yang  tidak  termasuk  larangan  Baginda  Raja  Harun  Al
             Rasyid.  Setelah  segala  sesuatunya  dipersiapkan,  Abu  Nawas
             berangkat  menuju  ke  negerinya  sendiri.  Perasaan  rindu  dan
             senang  menggumpal  menjadi  satu.  Kerinduan  yang  selama  ini
             melecut-lecut semakin menggila karena Abu Nawas tahu sudah
             semakin dekat dengan kampung halaman.

                    Mengetahui Abu Nawas bisa pulang kembali, penduduk
             negeri  gembira.  Desasdesus  tentang  kembalinya  Abu  Nawas
             segara  menyebar secepat  bau  semerbak  bunga  yang  menyerbu
             hidung.    Kabar  kepulangan  Abu  Nawas  juga  sampai  ke  telinga
             Baginda  Harun  Al  Rasyid.  Baginda  juga  merasa  gembi
             mendengar  berita  itu  tetapi  dengan  alasan  yang  sama  sekali
             berbeda.  Rakyat  gembira  melihat  Abu  Nawas  pulang  kembali,
             karena mereka mencintainya. Sedangkan Baginda Raja gembira
             mendengar  Abu  Nawas  pulang  kembali  karena  beliau  merasa
             yakin  kali  ini  pasti  Abu  Nawas  tidak  akan  bisa  mengelak  dari
             hukuman.

                    Namun  Baginda  amat  kecewa  dan  merasa  terpukul
             melihat  cara  Abu  Nawas  pulang  ke  negerinya.  Baginda  sama
             sekali  tidak  pernah  membayangkan  kalau  Abu  Nawas  ternyata
             bergelayut di bawah perut keledai. Sehingga Abu Nawas terlepas
             dari sangsi hukuman yang akan dijatuhkan karena memang tidak
             bisa dikatakan  teiah  melanggar  larangan  Baginda  Raja.  Karena
             Abu Nawas tidak mengendarai keledai.
                                       oo000oo



                                          46
     aDef                                               Abu Nawas Sang Penggeli Hati
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52