Page 34 - E-Book Biologi Terintegrasi ESQ Materi Keanekaragaman Hayati
P. 34

2) Kawasan Indonesia bagian Peralihan

                   Indonesia  tidak  hanya  kaya  akan  fauna  di  kawasan  barat  dan  timur,  tetapi  juga
             memiliki  keunikan  fauna  di  kawasan  peralihan,  yang  meliputi  Sulawesi,  Kepulauan

             Maluku, dan Nusa Tenggara. Kawasan ini merupakan wilayah istimewa, karena fauna di
             sini  memiliki  karakteristik  campuran  antara  fauna  Asiatis  dan  Australis,  perhatikan

             Gambar 22.











                                        b)











             a)                         c)                                       d)



             Gambar 22. a) Maleo (Macrocephalon maleo), b) Komodo (Varanus komodoensis), c) Kuskus
             Beruang (Ailurops ursinus), d) Burung Rangkong (Rhyticeros cassidix)

                 Kawasan peralihan meliputi Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, dan Timor.

             Kawasan peralihan ini dibatasi oleh garis Wallace di sebelah barat dan garis Lydekker di
             sebelah timur. Di antara kedua garis ini, terdapat garis keseimbangan Weber yang terletak

             di sebelah timur Sulawesi. Garis Weber dikemukakan oleh Max Carl Wilhelm Weber (ahli

             zoologi berkebangsaan Jerman). Pada kawasan ini, terdapat peluang percampuran antara
             unsur fauna oriental dan fauna australis. Jenis fauna kawasan peralihan, antara lain anoa

             pegunungan  (Bubalus  quarlesi),  anoa  dataran  rendah  (Bubalus  depressicornis),  komodo

             (Varanus komodoensis), babi rusa (Babyrousa babyrussa), maleo (Macrocephalon maleo),
             duyung (Dugong dugon), kuskus beruang (Ailurops ursinus), burung rangkong (Rhyticeros

             cassidix),  kupu-kupu  sulawesi  (Papilio  iswara,  Papilio  peranthus),  soa-soa  (Hydrosaurus

             amboinensis), dan kakatua putih berjambul merah (Cacatua moluccensis).
                     Kawasan  peralihan  juga  penting  untuk  menjaga  kelestarian  fauna.  Sebagai  daerah

             transisi,  kawasan  ini  menjadi  habitat  bagi  berbagai  spesies  yang  terancam  punah,
             sehingga  perlindungan  terhadap  kawasan  peralihan  sangat  penting  untuk  menjaga

             keseimbangan ekosistem.

                E-Book Keanekaragaman Hayati
                                                                                                        24
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39