Page 47 - Salam Cinta Quran - Agustus 2021_Neat
P. 47
AMAZING MA G AZINE 47
Setelah bangun dari pingsan, terus saja membaca gitu sama Ustazah-Ustazah
teman Bu Meutia bilang Al-Qurannya walaupun di cinta quran call mukanya
jangan dipaksakan, tayamum sebentar-sebentar minta senang-senang saja, sudah
saja. Akhirnya Bu Meutia minum air putih hangat. senyum-senyum sendiri”.
tayamum, terus memakai
mukena, menghadap kiblat, dan Dari kejadian tersebut, Bagi Bu Meutia, memang
membaca Al-Quran. Pertama- ditambah lagi Bu Meutia bisa sekali kita sembuh
tama suara Bu Meutia masih mendapat kiriman pesan dari Covid-19, masya Allah.
gemetar, tersengal-sengal. dari temannya yang Mengkonsumsi makanan
Tetapi, seterusnya dengan tahu kalau Bu Meutia dan minuman yang sehat
sendirinya berangsur-angsur sakit, yang isi pesannya dan bergizi, minum vitamin,
suaranya pulih, seperti tidak memberitahukan bahwa Al- megkaji Islam, mentadaburi
terasa sakit lagi, semakin jelas Quran itu adalah penyembuh, Al-Quran, itu semua
terdengar suaranya bagaikan obat. Bu Meutia langsung emang sesuatu yang bia
orang yang sehat-sehat saja berseru, “Oh, ternyata ini menghilangkan rasa sakit.
baca Al-Qurannya. dia jawabannya. Berarti Kisah Bu Meutia menjadi
Allah yang menggerakkan pelajaran untuk kita semua,
Ingat sekali waktu itu Bu Meutia saya untuk membaca Al- bahwa Al-Quran bukan
membaca surah Ar-Rahman. Quran. Sehingga saya bisa hanya sekedar tulisan dan
Tidak terasa sudah selesai mendapatkan kesembuhan bacaan tanpa makna saja.
saja baca Al-Qurannya. Bu melalui salah satunya dari Tetapi, merupakan mukjizat
Meutia kebingungan melihat wasilah membaca Al-Quran. agung yang merupakan
teman-temannya menangis. Selain itu juga harus selalu rahmat dari Allah, yang
Mereka bilang, “Kok, Ummu berpikir positif, qadarullah, bisa membawa kebaikan
Zidan (sapaan akrab teman- jangan merasa bahwa ini bagi orang-orang yang
temannya kepada Bu Meutia) (Covid-19) adalah suatu hal membaca, menghafalkan,
baca Al-Qurannya seperti orang yang menakutkan, Dibarengi mengkaji, mempelajari, dan
sehat-sehat saja, tidak tersengal- juga dengan melakukan mengamalkan Al-Quran.
sengal lagi?” Dan Bu Meutia pun kegiatan-kegiatan yang Masihkan kita meragukan
merasakan hal yang sama, kok positif, dan ikut kajian. hebatnya kalamullah ini?
baru sebentar sudah selesai
baca surah Ar-Rahmannya. Bu Meutia jadi teringat Tidak ada kata terlambat bagi
percakapannya dengan Sahabat Cinta Quran semua
Akhirnya Bu Meutia ingin anaknya. Anaknya terheran- yang mulai ingin dekat dan
membaca Al-Quran lagi. Lalu, heran melihat Bu Meutia belajar Al-Quran. Kalau bukan
kata teman-temannya baca yang seperti orang sehat- sekarang, kapan lagi? Selama
surah Yasin saja. Padahal kan sehat saja. Anaknya masih Allah berikan kita
surah Yasin lumayan panjang- bertanya: “Mama beneran kesempatan hidup. Semoga
panjang bacaanya. Tapi, tetap Bu sakit? Tadi pingsan, barusan Allah mudahkan segala niat
Meutia baca. Kata teman-teman pingsan?” Bu Meutia baik kita semua, dan Allah
jangan dipaksakan bacanya, menjawab dengan santainya: istikamahkan kita semua
suara Bu Meutia seperti ”Iya sih, tadi rasanya lemah dalam keimanan, keislaman,
ngegas (kencang). Tapi tidak banget. Tapi, ini alhamdulillah dan kebaikan sampai akhir
tahu kenapa semakin ngegas sudah tidak terasa lemah hayat, aamiin yaa Allah.
bacanya, rasanya seperti Bu lagi”. Anaknya bilang: “Mama
Meutia semakin mendapatkan memang begitu sih, kalau
kekuatan. Alhasil, Bu Meutia sudah ikut Tahsin Al-Quran