Page 40 - Pedoman Keprotokolan DPR RI
P. 40

B.  Klasifikasi Tamu Luar Negeri DPR
                    Tamu Luar Negeri yang berkunjung ke DPR diklasifikasikan sebagai berikut:

                     1.   Tamu luar negeri yang berkunjung atas undangan DPR.
                     2.   Tamu  luar  negeri  yang  berkunjung  atas  prakarsa/inisiatif  tamu  yang

                          bersangkutan.


                C.  Penerimaan Tamu Luar Negeri yang berkunjung atas undangan DPR

                    1. Pengaturan Tamu Luar Negeri yang berkunjung atas undangan DPR
                       a.  Biaya  akomodasi,  transportasi  lokal  selama  berada  di  Indonesia

                          ditanggung  sepenuhnya  oleh  DPR  sesuai  dengan  asas  timbal-balik

                          (resiprositas), dan diputuskan dalam Rapat Pimpinan DPR;
                       b.  Jumlah  anggota  delegasi  yang  ditanggung  maksimal  13  (tiga  belas)

                          Anggota dan 2 (dua) orang sekretaris, kecuali Pimpinan DPR menentukan
                          lain berdasarkan saran pertimbangan dari BKSAP;

                       c.  Acara kunjungan diatur sebagai berikut:
                          1)  Kunjungan kehormatan kepada Pimpinan DPR;

                          2)  Kunjungan kehormatan kepada Presiden atau Wakil Presiden;

                          3)  Pertemuan/dialog  dengan  BKSAP  dan/atau  Alat  Kelengkapan  DPR
                              terkait;

                          4)  Pertemuan dengan Menteri atau Pejabat Negara setingkat menteri;
                          5)  Pertemuan  dengan  pihak  lain  atas  permintaan  delegasi  tamu  atau

                              kedutaan besar negara tamu, setelah dikoordinasikan terlebih dahulu
                              dengan DPR;

                          6)  Kunjungan  ke  daerah  dan  pertemuan  dengan  pejabat  daerah

                              setempat;
                          7)  Jamuan makan oleh Pimpinan DPR;

                       d.  Atas  permintaan  delegasi  tamu,  dapat  diacarakan  untuk  menyaksikan

                          jalannya  rapat  DPR  tetapi  tidak  dapat  menyampaikan  statement  dalam
                          rapat DPR;

                       e.  Selama  kunjungan  di  Indonesia,  delegasi  tamu  yang  dipimpin  oleh
                          Ketua/Wakil  Ketua  Parlemen  dilakukan  pengawalan  oleh  Kepolisian  dari






                                                                                                           2
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45