Page 49 - E-Modul Sistem Basis Data
P. 49
3.5 Basis Data yang Baik
Kelima buah tabel (tabel-tabel Mahasiswa, Kuliah dan Dosen ditambah
dengan tabel Nilai dan tabel Jadwal) kendati telah membentuk sebuah basis data,
perlu dianalisis lebih jauh dari berbagai aspek efisiensi tempat penyimpanan data,
integritas data (redundansi data yang minimal), kecepatan pemrosesan, kemudahan
operasi basis data, dll. Jika aspek-aspek tersebut telah dipertimbangkan dengan
baik, maka kita tidak hanya sekedar membentuk basis data, tapi lebih jauh lagi akan
dapat melahirkan sebuah basis data yang baik.
Berikut adalah sejumlah uraian yang menunjukkan inefisiensi basis data
perkuliahan yang berisi kelima tabel tersebut:
• Bisa saja terjadi ada lebih darl 1 dosen dengan nama (termasuk gelarnya) yang
sama. Misalnya kita tambahkan data baru di tabel Dosen dengan. nama dosen
'Drs. Taufik Ismail' yang beralamat di Jl. Rukun No. 15. Bandung 40132'.
Dengan tambahan data tersebut, maka dari tabel Dosen kita dapat mengetahui
bahwa ada 2 orang dosen dengan nama yang sama tapi berbeda tempat tinggal.
Lalu coba kita beranjak ke tabel Jadwal, maka kita akan mendapatkan adanya
ambiguitas (ketidakpastian). Ambiguitas terjadi pada jadwal mata kuliah
'Matematika I' yang diajarkan oleh dosen bernama 'Drs. Taufik Ismail'. Nah,
'Drs. Taufik Ismail' yang manakah (Yang di 'Kanayakan Baru' atau di 'Jl.
Rukun') yang sebenarnya mengajar mata kuliah tsb.?
• Pada tabel Mahasiswa kita dapat mengetahui nama mahasiswa melalui data
NIM-nya. Karena itu, penyertaan data nama mahasiswa pada tabel Nilai
menjadi tidak praktis/efisien. Redundansi data yang tidak perlu (boros) terjadi
pada data nama mahasiswa ini. Jika kolom dan nama mahasiswa ini tidak
37