Page 7 - E modul fisika terintegrasi Al Qur'an suhu dan kalor
P. 7
PENDAHULUAN
A. Deskripsi Singkat Pembelajaran
E-modul fisika terintegrasi Al Qur’an materi suhu dan kalor dengan model
Pembelajaran CinQASE mencakup tiga pembelajaran. Pada pembelajaran
pertama membahas konsep suhu, kalor jenis dan kapasitas kalor serta
perubahan wujud. Suhu merupakan derajat panas atau dingin yang dirasakan
Indera. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu dinamakan thermometer.
Kalor jenis suatu benda didefenisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 K. kapasitas kalor suatu benda adalah jumlah
kalor yang diperlukan atau dilepaskan jika suhu benda tersebut dinaikkan atau
o
diturunkan 1 K atau 1 C. perubahan wujud zat diakibatkan karena adanya kalor
yang diterima atau dilepaskan suatu zat. Kalor yang diterima atau dilepaskan
suatu zat akan mengakibatkan pada perubahan wujud suatu zat.
Pembelajaran kedua mencakup konsep Azas Black, pemuaian zat cair
dan zat padat, serta pemuaian zat gas. Azas Black adalah suatu prinsip dalam
termodinamika yang berbunyi “pada percampuran dua zat, banyaknya kalor
yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang
diterima zat yang suhunya lebih rendah”. Pada umumnya setiap zat memuai jika
o
o
dipanaskan, kecuali air jika dipanaskan dari 0 C sampai 4 C akan menyusut.
Pembelajaran ketiga membahas konsep perpindahan kalor yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi. Konduksi adalah peristiwa perpindahan kalor melalui
suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Konveksi
adalah peristiwa perpindahan kalor yang disertainya dengan perpindahan
massa atu perpindahan partikel-partikel zat perantaranya. Radiasi yaitu
peristiwa perpindahan kalor tanpa zat perantara.
B. Fisika Terintegrasi Al Qur’an
Penciptaan langit, bumi, dan fenomena alam lainnya pasti ada fungsi dan
manfaatnya. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:
artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan
siang terdapat tanda tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan
berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
1