Page 13 - E-MODUL FISBANG2 CAHAYA ALAMI
P. 13
• Kondisi lubang cahaya diperhitungkan seolah-olah tidak tertutup kaca
transparan
c) Ketentuan pengukuran kuat penerangan pada PASH
• Lokasi titik ukur
• Kuat penerangan
• Luminasi
• Alat ukur
• Hasil Pengukuran
d) Kriteria penerapan PASH
• Waktu pengukuran pada pukul 08.00-16.00 (rentang waktu cahaya
matahari optimal di Indonesia)
• Ditentukan oleh kuat penerangan cahaya langit di bidang datar pada waktu
yang sama.
• Distribusi cahaya dalam ruangan akan mempengaruhi pada kenyamanan
visual.
• Jumlah cahaya pada kerja harus cukup agar kuat penerangan yang
diperoleh memenui syarat.
• Terdapat luminasi yang cukup.
2.2. METODE TABEL
Pengukuran dengan metode tabel adalah penerapan standar dengan menghitung
kuat penerangan di titik ukur utama (TUU) dan titik ukur samping (TUS) yang mengacu
pada tabel nilai faktor langit. Langkah penerapan standar kuat penerangan pada
bangunan yaitu;
a. Menentukan kualitas penerangan dan klasifikasi derajat bangunan
b. Menentukan jenis ruangan
c. Mengukur jarak d ruangan
d. Menghitung nilai FLmin dalam persen, berdasarkan tabel nilai faktor langit yang
tepat
e. Mengitung besar kuat penerangan, dimana
= 10.000
Persyaratan teknis tentang pencahayaan alami siang hari diatur
berdasarkan klasifikasi pada kualitas pencahayaan. Klasifikasi ini dibagi menjadi:
8

