Page 33 - EBOOK ZAINI AHMAD DAHLAN
P. 33

  PEBI4525/MODUL 1                                        1.33


                   Sel-sel  kulit,  rambut,  pakaian,  dan  tempat  tidur  adalah  benda  yang
                   mudah terkontaminasi bakteri.
               3.  Penularan gonorrhoea pada bayi atau transmisi perinatal dari jalan lahir
                   ibu  yang  terinfeksi  kepada  bayi  juga  dapat  terjadi.  Hal  ini  biasanya
                   menghasilkan  gonokokal neonatal ophthalmia jika tidak segera diobati
                   dengan terapi obat gonorrhoea antibakteri topikal.

                   Penyebab serius:
               1.  Penggunaan  narkotika  pada  perempuan  yang  memiliki  resiko  tinggi
                   terkena  penyakit  kelamin.  Hal  ini  terutama  berlaku  untuk  pada  wanita
                   pekerja seks komersial dan perempuan yang melakukan  hubungan seks
                   untuk mendapatkan narkoba.
               2.  Pekerja  seks  yang  sering  mengkonsumsi  obat  untuk  penyakit
                   gonorrhoea seperti penisilin dan quinolone untuk mengobati gonorrhoea
                   dapat mengakibatkan bakteri gonorrhoea yang ada dalam tubuh resisten
                   terhadap obat tersebut. Infeksi berulang akan menyebabkan strain bakteri
                   gonorrhoea resisten (kebal) terhadap obat tersebut. Saat ini banyak strain
                   gonokokus  yang  resisten  terhadap  pengobatan  gonorrhoea  dengan
                   penisilin,  tetrasiklin,  dan  cefoxitin.  Ada  peningkatan  di  seluruh  dunia
                   dalam kasus resistensi kuinolon.

                   Faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gonorrhoea:
               1.  Gonorrhoea  menyebar  melalui air  mani atau cairan vagina sehingga ia
                   mudah menular bila melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan
                   beberapa pasangan.
               2.  Berbagi alat pemuas seksual dapat menjadi penyebab gonorrhoea. Cairan
                   lendir  yang  terinfeksi  bakteri  dan  menempel  pada  sex  toy  dapat
                   berpindah ke orang lain yang menggunakannya.
               3.  Menyentuh  bagian  tubuh  yang  terinfeksi  kemudian  menyentuh  bagian
                   tubuh lain.
               4.  Dari ibu kepada bayinya saat lahir.
               5.  Memiliki pasangan yang pernah memiliki penyakit menular seksual.
               6.  Pengguna narkoba dan pencandu minuman beralkohol.
               7.  Bakteri  tidak  mudah  berpindah  dengan  ciuman  pipi,  mandi  bersama,
                   berbagi handuk, gelas, atau kursi toilet.
               8.  Perubahan  pH  vagina  yang  terjadi  selama  menstruasi,  kehamilan,  dan
                   wanita yang sedang berada pada masa nifas membuat lingkungan vagina
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38