Page 31 - EBOOK ZAINI AHMAD DAHLAN
P. 31
PEBI4525/MODUL 1 1.31
Vaksinasi Siphylis
Saat ini belum ada vaksin untuk sifilis. Membran luar T. pallidum
memiliki permukaan protein terlalu sedikit untuk antibodi. Upaya untuk
mengembangkan vaksin yang aman dan efektif sifilis masih terhalang oleh
ketidakpastian dari mekanisme humoral dan seluler untuk melindungi
kekebalan. Selain itu, fakta dan data membran luar protein T. pallidum belum
jelas teridentifikasi. Dalam upaya untuk membendung penyebaran sifilis,
para ilmuwan masih melakukan penelitian yang mungkin mengarah pada
pengembangan vaksin sifilis dalam sepuluh tahun ke depan.
Para peneliti telah mengurutkan cetak biru genetik atau genom dari
bakteri yang menyebabkan sifilis. Genom adalah informasi genetis
keseluruhan dari suatu organisme yang dikodekan dalam DNA atau untuk
jenis virus dalam RNA. Para peneliti telah mengidentifikasi petunjuk dalam
genom untuk membuat vaksinasi dalam rangka pencegahan sifilis. Para ahli
biologi molekuler masih mempelajari tentang berbagai komponen permukaan
bakteri penyebab siphylis Treponema pallidum yang merangsang sistem
kekebalan tubuh untuk merespon organisme yang menyerangnya.
Patogenitas mikroorganisme penyebab penyakit Gonorrchoea
Penyebab gonorrhoea atau kencing nanah adalah pertumbuhan bakteri
Neisseria gonorrhoeae di mata, rektum, mulut, penis, tenggorokan atau
vagina. Bakteri Neisseria gonorrhoeae ini menular melalui selaput lendir
uretra pada pria dan endoserviks dan uretra pada wanita. Sebagian besar
penyebab gonorrhoea adalah melalui kontak seksual. Setelah terinfeksi
bakteri penyebab gonorrhoea, maka orang tersebut memiliki resiko tinggi
menyebarkan bakteri gonorrhoea tersebut ke bagian tubuh lainnya. Misalnya,
saat menggosok mata dengan tangan yang mengandung bakteri maka ia dapat
secara tidak sengaja menyebarkan infeksi ke bagian matanya.
Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri penyebab gonorrhoea gram-
negatif berdiameter 0,6-1,0 pM. Bakteri ini biasanya terlihat berpasangan
dengan sisi rata yang berdekatan. Organisme ini sering ditemukan intraseluler
di leukosit polimorfonuklear (neutrofil) dari gonorrhoea pustular eksudat. N.
gonorrhoeae adalah organisme yang rentan terhadap perubahan suhu, cahaya
ultraviolet dan tekanan lingkungan lainnya. Dalam istilah kesehatan dan
medis, Neisseria gonorrhoeae sering disebut sebagai gonococcus sedangkan
N. meningitidis dikenal sebagai meningococcus penyakitnya disebut
meningococcemia.