Page 12 - Modul Ajar IPS 8 Genap
P. 12

■   Perang Aceh


                    Kalian perhatikan gambar pohon Kohler di depan Masjid Baiturrahman
                    Banda Aceh tersebut! Tahukah Kalian mengapa pohon tersebut disebut
                    pohon  Kohler?  Penamaan  pohon  Kohler  ada  hubungannya  dengan
                    perjuangan rakyat Aceh dalam menentang kolonialisme Belanda. Bagaimana

                    kisahnya, uraian berikut ini akan membantumu menemukan jawaban!
                       Traktat  London  tahun  1871  menyebut  Belanda  menyerahkan  Sri
                    Lanka  kepada  Inggris.  Sebagai  gantinya,  Belanda  mendapat  hak  atas

                    Aceh.  Berdasarkan  traktat  tersebut,  Belanda  mempunyai  alasan  untuk
                    menyerang istana Aceh. Belanda juga membakar Masjid Baiturrahman
                    yang menjadi benteng pertahanan Aceh 14 April 1873. Semangat jihad

                    (perang membela agama Islam) menggerakkan perlawanan rakyat Aceh.
                       Siasat konsentrasi stelsel dengan sistem bertahan dalam benteng besar
                    oleh  Belanda  tidak  berhasil.  Belanda  mengutus  Dr.  Snouck  Hurgronje

                    yang memakai nama samaran Abdul Gafar sebagai seorang ahli bahasa,
                    sejarah, dan sosial Islam, untuk memberi masukan cara-cara mengalahkan
                    rakyat Aceh. Snouck Hurgronje memberikan saran-saran kepada Belanda
                    mengenai cara mengalahkan orang Aceh, dengan mengadu domba antara

                    golongan uleebalang  (bangsawan) dan kaum ulama.  Belanda menjanjikan
                    kedudukan  pada  uleebalang  yang  bersedia  damai.  Taktik  ini  berhasil,
                    banyak  uleebalang  yang  tertarik  pada  tawaran  Belanda.  Belanda  juga
                    memberikan tawaran kedudukan kepada para uleebalang apabila kaum
                    ulama  dapat  dikalahkan.  Sejak  tahun  1898,  kedudukan  Aceh  semakin

                    terdesak.
                       Banyak tokohnya yang gugur, diantaranya Teuku Umar, Sultan Aceh

                    Mohammad Daudsyah, Panglima Polem Mohammad Daud, Cut Nyak Dien,
                    dan  Cut  Meutia.  Perlawanan  Aceh  pun  terus  menyusut.  Hingga  tahun
                    1917, Belanda masih melakukan pengejaran terhadap sisa-sisa perlawanan
                    Aceh. Belanda mengumumkan berakhirnya Perang Aceh pada tahun 1904.

                    Namun demikian, perlawanan separadis rakyat Aceh berlangsung hingga
                    tahun 1930an.
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17