Page 108 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 108

Depernas   pada   tahun 1963 diganti     dengan Badan Perancangan
              Pembangunan Nasional    (Bappenas) yang dipimpin langsung oleh Presiden
              Soekarno sendiri. Tugas Bappenas ialah menyusun rancangan pembangunan
              jangka  panjang dan jangka   pendek, baik nasional   maupun daerah, serta
              mengawasi laporan pelaksanaan pembangunan, dan menyiapkan dan menilai
              Mandataris untuk MPRS.

                  Kebijakan  sanering  yang dilakukan pemerintah berdasarkan Peraturan
              Pemerintah Pengganti   Undang-undang No. 2/1959 yang berlaku tanggal
              25 Agustus   1959 pukul   06.00 pagi. Peraturan ini  bertujuan mengurangi
              banyaknya  uang yang beredar untuk kepentingan perbaikan keuangan dan
              perekonomian negara. Untuk mencapai       tujuan itu uang kertas  pecahan
              Rp500,00 dan Rp1.000,00 yang ada     dalam  peredaran pada  saat  berlakunya
              peraturan itu diturunkan nilainya menjadi Rp50,00 dan Rp100,00.  Kebijakan
              ini diikuti dengan kebijakan pembekuan sebagian simpanan pada bank-bank
              yang nilainya di atas Rp25.000,00 dengan  tujuan untuk mengurangi jumlah
              uang yang beredar. Kebijakan keuangan kemudian diakhiri dengan Peraturan
              Pemerintah Pengganti  Undang-undang No. 6/1959 yang isi    pokoknya   ialah
              ketentuan bahwa bagian uang lembaran Rp1.000,00 dan Rp500,00 yang masih
              berlaku harus ditukar dengan uang kertas bank baru yang bernilai Rp100,00
              dan Rp50,00 sebelum tanggal 1 Januari 1960.

                  Setelah keamanan nasional berhasil dipulihkan, kasus DI/TII Jawa Barat
              dan pembebasan Irian Barat, pemerintah mulai      memikirkan penderitaan
              rakyatnya  dengan melakukan rehabilitasi    ekonomi. Konsep rehabilitasi
              ekonomi  disusun oleh tim  yang dipimpin oleh Menteri  Pertama  Ir Djuanda
              dan hasilnya dikenal dengan sebutan Konsep Djuanda. Namun konsep ini mati
              sebelum lahir karena mendapat kritikan yang tajam dari PKI karena dianggap
              bekerja sama dengan negara revisionis, Amerika  Serikat dan Yugoslavia.

                  Upaya   perbaikan ekonomi     lain yang dilakukan pemerintah adalah
              membentuk Panitia 13. Anggota panitia ini bukan hanya para ahli ekonomi,
              namun juga   melibatkan para  pimpinan partai  politik, anggota  Musyawarah
              Pembantu Pimpinan Revolusi     (MPPR), pimpinan DPR, DPA. Panitia       ini
              menghasilkan konsep yang kemudian disebut     Deklarasi  Ekonomi  (Dekon)
              sebagai strategi dasar ekonomi Indonesia dalam rangka pelaksanaan Ekonomi
              Terpimpin.
                  Strategi  Ekonomi  Terpimpin dalam  Dekon   terdiri  atas  beberapa  tahap;
              Tahapan pertama,  harus menciptakan suasana ekonomi yang bersifat nasional
              demokratis yang bersih  dari sisa-sisa imperialisme dan kolonialisme. Tahapan
              ini merupakan persiapan menuju tahapan kedua yaitu tahap ekonomi sosialis.





              100  Kelas XII SMA/MA
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113