Page 104 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 104

4.   Konfrontasi Terhadap Malaysia

                  Masalah Malaysia    merupakan isu yang menguntungkan PKI untuk
              mendapatkan tempat dalam kalangan pimpinan negara. Masalah ini berawal
              dari  munculnya  keinginan Tengku Abdul   Rahman dari   persekutuan Tanah
              Melayu dan Lee Kuan Yu dari Republik Singapura untuk menyatukan kedua
              negara tersebut menjadi Federasi Malaysia.  Rencana pembentukan Federasi
              Malaysia mendapat tentangan dari Filipina dan Indonesia. Filipina menentang
              karena memiliki keinginan atas wilayah Sabah di Kalimantan Utara. Filipina
              menganggap bahwa wilayah Sabah secara historis adalah milik Sultan Sulu.

                  Pemerintah Indonesia pada saat itu menentang karena  menurut Presiden
              Soekarno  pembentukan Federasi Malaysia merupakan sebagian dari rencana
              Inggris untuk mengamankan kekuasaanya di Asia Tenggara.   Pembentukan
              Federasi  Malaysia  dianggap sebagai  proyek neokolonialisme  Inggris  yang
              membahayakan revolusi Indonesia. Oleh karena itu, berdirinya negara federasi
              Malaysia ditentang oleh pemerintah Indonesia.
                  Untuk meredakan ketegangan di    antara  tiga  negara  tersebut  kemudian
              diadakan Konferensi   Maphilindo (Malaysia, Philipina   dan Indonesia) di
              Filipina pada tanggal 31 Juli-5 Agustus 1963. Hasil-hasil pertemuan puncak itu
              memberikan kesan bahwa ketiga kepala pemerintahan berusaha mengadakan
              penyelesaian secara damai dan sebaik-baiknya mengenai rencana pembentukan
              Federasi  Malaysia  yang menjadi  sumber sengketa. Konferensi  Maphilindo
              menghasilkan tiga  dokumen penting, yaitu Deklarasi    Manila, Persetujuan
              Manila dan Komunike Bersama. Inti pokok dari tiga dokumen tersebut adalah
              Indonesia dan Filipina menyambut baik pembentukan Federasi Malaysia jika
              rakyat Kalimantan Utara menyetujui hal itu.

                  Mengenai   pembentukan Federasi  Malaysia, ketiga  kepala  pemerintahan
              setuju untuk meminta   Sekjen PBB untuk melakukan pendekatan terhadap
              persoalan ini  sehingga  dapat  diketahui  keinginan rakyat  di  daerah-daerah
              yang akan dimasukkan ke dalam Federasi Malaysia. Kemudian ketiga kepala
              pemerintahan tersebut   meminta  Sekjen PBB membetuk tim       penyelidik.
              Menindaklanjuti   permohonan ketiga     pimpinan pemerintahan tersebut,
              Sekretaris  Jenderal  PBB membetuk tim     penyelidik yang dipimpin oleh
              Lawrence    Michelmore. Tim   tersebut  memulai  tugasnya  di  Malaysia  pada
              tanggal  14 September 1963. Namun sebelum        misi  PBB menyelesaikan
              tugasnya dan melaporkan hasil kerjanya,  Federasi Malaysia diproklamasikan
              pada tanggal 16 September 1963. Oleh karena itu, pemerintah RI menganggap
              proklamasi tersebut sebagai pelecehan atas martabat PBB dan pelangggaran








              96    Kelas XII SMA/MA
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109