Page 102 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 102

Perebutan kembali Irian Barat merupakan suatu tuntutan konstitusi, sesuai
              dengan cita-cita  kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus    1945. Oleh karena
              itu, segala  upaya  telah dilakukan dan didukung oleh semua  kalangan baik
              kalangan politisi maupun militer.  Oleh karena itu, dalam rangka perjuangan
              pembebasan Irian Barat, Presiden Soekarno, pada      tanggal  19 Desember
              1961, di  depan rapat  raksasa  di  Yogyakarta,  mengeluarkan suatu komando
              untuk berkonfrontasi secara militer dengan Belanda yang disebut dengan Tri
              Komando Rakyat (Trikora). Isi dari Trikora tersebut adalah:
              1.  Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda
              2.  Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat.
              3.  Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan  kemerdekaan
                  dan kesatuan tanah air dan bangsa.

                  Dengan dideklarasikannya   Trikora  mulailah konfrontasi  total  terhadap
              Belanda di Papua. Langkah pertama yang dilakukan oleh Presiden Soekarno
              mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1 tahun 1962 tertanggal 2 Januari 1962
              tentang  pembentukan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat di bawah
              Komando Mayor Jenderal Soeharto.
                  Sebelum  Komando Mandala     menjalankan fungsinya,
              unsur militer  Indonesia  dari  kesatuan Motor Torpedo
              Boat (MTB), telah melakukan penyusupan ke Irian Barat.
              Namun upaya   ini  diketahui  oleh  Belanda  sehinga  terjadi
              pertempuran yang tidak seimbang di      Laut  Aru antara
              kapal-kapal  boat  Indonesia  dengan kapal-kapal  Belanda.
              Naas Kapal MTB Macan Tutul, berhasil ditembak Belanda
              sehingga kapal terbakar dan tenggelam.
                  Peristiwa ini memakan korban Komodor Yos Sudarso,     Sumber: Atlas  Nasional
                                                                        Indonesia, Bakosurtanal,
              Deputy  KSAL dan Kapten Wiratno yang gugur bersamaan  2011
              dengan tenggelamnya     MTB Macan Tutul. Pemerintah Gambar 3.4 MTB
              Belanda pada mulanya menganggap enteng kekuatan militer   Macan Tutul dan
              di bawah Komando Mandala. Belanda menganggap bahwa        lokasi pertempuran
              pasukan Indonesia tidak akan mampu melakukan iniltrasi    Laut Aru
              ke wilayah Irian. Namun ketika operasi iniltrasi Indonesia
              berhasil merebut dan menduduki kota Teminabuan, Belanda terpaksa bersedia
              kembali untuk duduk berunding guna menyelesaikan sengketa Irian. Tindakan
              Indonesia  membuat   para  pendukung Belanda    di  PBB menyadari   bahwa
              tuntutan pimpinan Indonesia bukan suatu  yang main-main.

                  Di  sisi  lain Pemerintah  Amerika  Serikat  juga  menekan pemerintah
              Belanda untuk kembali berunding, agar Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak




              94    Kelas XII SMA/MA
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107