Page 98 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 98

PKI berusaha  untuk mendapatkan citra   yang positif di  depan Presiden
              Soekarno. PKI menerapkan strategi    “menempel”   pada  Presiden Soekarno.
              Secara  sistematis, PKI berusaha  memperoleh citra  sebagai  Pancasilais  dan
              pendukung kebijakan-kebijakan Presiden Soekarno yang menguntungkannya.
              Hal  ini  seperti  apa  yang diungkapkan D.N. Aidit  bahwa   melaksanakan
              Manipol secara konsekuen adalah sama halnya dengan melaksakan program
              PKI. Hanya kaum Manipolis munaik dan kaum reaksionerlah  yang berusaha

              menghambat   dan menyabot   Manipol. Ungkapan Aidit   ini  merupakan suatu
              upaya untuk memperoleh citra sebagai pendukung Soekarno.

                  PKI mampu memanfaatkan ajaran Nasakom        yang diciptakan Soekarno
              sebaik-sebaiknya, karena  lewat  Nasakom  inilah PKI mendapat  tempat  yang
              sah dalam  konstelasi  politik Indonesia. Kedudukan PKI semakin kuat   dan
              respektabilitasnya sebagai kekuatan politik sangat meningkat. Bahkan ketika
              Presiden Soekarno akan membubarkan partai      melalui  penetapan presiden,
              konsep awal  disebutkan bahwa   partai  yang akan dibubarkan adalah partai
              ya  memberonta  Nam  dalam  keputusa  inal  Preside  Soeka

              meminta ditambahkan kata “sedang” di depan kata “memberontak”, sehingga
              rumusannya berbunyi “sedang memberontak  karena para pemimpinnya turut
              dalam pemberontakan....”. Sesuai dengan rumusan itu maka calon partai yang
              kuat untuk dibubarkan hanya Masyumi dan PSI.  Sebaliknya, PKI yang pernah
              memberontak pada tahun 1948 terhindar dari pembubaran. (Anhar Gonggong,
              2005).
                  PKI pun melakukan berbagai upaya untuk memperoleh dukungan politik
              dari  masyarakat. Berbagai  slogan disampaikan oleh pemimpin PKI, Aidit,
              Siapa  setuju  Nasakom   harus  setuju Pancasila. Berbagai  pidato Soekarno
              dikutip disesuaikan sedemikian rupa   sehingga  seolah-olah sejalan dengan
              gagasan dan cita-cita  PKI. PKI terus   meningkatkan kegiatannya   dengan
              berbagai isu yang memberi citra kepada PKI sebagai partai paling Manipolis
              dan pendukung Presiden Soekarno yang paling setia.
                  Ketika  Presiden Soekarno gagal  membentuk Kabinet    Gotong Royong
              (Nasakom) pada tahun 1960 karena mendapat tentangan dari kalangan Islam
              dan   TNI AD, PKI mendapat      kompensasi  tersendiri  dengan memperoleh
              kedudukan dalam MPRS, DPR-GR, DPA dan Pengurus Besar Front Nasional
              serta  dalam  Musyawarah Pembantu Pimpinan Revolusi      (MPPR). Kondisi
              ini mendorong pimpinan TNI AD berusaha untuk mengimbanginya  dengan
              mengajukan calon-calon lain sehingga    menjadi  pengontrol  terhadap PKI
              dalam  komposisinya. Upaya   ini  tidak mencapai  hasil  yang optimal  karena
              Presiden Soekarno tetap memberikan porsi dan posisi kepada anggota PKI.






              90    Kelas XII SMA/MA
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103